DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com -Gubernur Bali Wayan Koster minta jajaran perangkat daerah bekerja maksimal untuk mengejar realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026. Penekanan itu disampaikannya saat memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah tahun 2026 berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Selasa (18/8/2026).
Gubernur Koster dalam arahan singkat menyinggung pentingnya dukungan anggaran dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan. “Kita banyak program, tak akan bisa jalan kalau tanpa dukungan anggaran,” katanya seraya mengatakan ingin jajaran Pemprov Bali punya pemahaman yang sama terkait hal tersebut.
Gubernur Koster mendorong jajarannya bekerja maksimal. “Jangan kerja biasa-biasa saja. Datang jam delapan, pulang jam empat,” ujarnya sembari memotivasi perangkat daerah berlomba memberikan yang terbaik agar bisa meninggalkan legacy membanggakan. “Tak hanya membanggakan OPD terkait, tapi juga Pemprov Bali,” imbuhnya.
Gubernur Bali dua periode ini mendorong OPD penghasil membuat berbagai terobosan untuk meningkatkan realisasi pendapatan.
Untuk diketahui, rakor ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal April 2026, saat itu disepakati penambahan 10 persen target pendapatan pada tiap OPD penghasil.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali, I Dewa Tagel Wirasa dalam paparannya menyampaikan realisasi PAD hingga 14 Agustus 2026 tercatat Rp2.499.175.145.467 atau 58,95 persen dari target induk yang ditetapkan sebesar Rp4.239.252.167.568. Realisasi ini didukung pemasukan dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain pendapatan yang sah.
Dalam kegiatan rakor, Gubernur Koster memberi perhatian khusus upaya perangkat daerah penghasil seperti Bapenda, BPKAD, BKPSDM, Badan Penghubung, Disparda, PUPRKim, Disnaker dan ESDM, Dinkes, RS Mata Bali Mandara, RSU Bali Mandara, RS Dharma Yadnya dan Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama.
Terhadap sejumlah layanan yang memungkinkan dikembangkan secara komersial, Gubernur Koster minta pengelolaan dilakukan dengan meniru pola swasta. Sementara Bapenda didorong mengintensifkan pola jemput bola untuk mengejar penunggak pajak kendaraan agar memenuhi kewajiban mereka. (fkb/pas)

