Nasional

Gubernur Koster Siap Kawal Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Melalui Adopsi Infrastruktur Digital Publik
Diterbitkan: 27 Februari 2026, 07:19 | Diperbarui: 27 Februari 2026, 07:23

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Mempermudah dan mempercepat layanan terhadap masyarakat yang seharusnya menerima bantuan, sekaligus menjalankan transparansi data bagi masyarakat luas, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan siap mengawal percepatan transportasi Digital Pemerintah melalui Adopsi Infrastruktur Publik (DPI) dan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai enabler program prioritas nasional mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Hal ini disampaikannya saat mengikuti rapat bersama Dewan Ekonomi Nasional, di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Kamis (26/2/2026).

Gubernur Bali sebagai Kepala Daerah provinsi menjadi destinasi pariwisata di Indonesia, mengajak semua stakeholder dan jajarannya dapat memprioritaskan pembangunan infrastruktur Bali agar tetap menjadi pilihan wisatawan untuk dikunjungi.

Koster mengatakan pihaknya akan terus menjadikan pembangunan infrastruktur Bali sebagai perhatian yang terus ditingkatkan.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Jend. TNI (Purn) Luhut B. Panjaitan menyampaikan sesuai Peraturan Presiden Nomor 83/2025 digitalisasi/ govtech melalui adopsi DPI dan AI.

 

Ia menjelaskan, dengan menggunakan adopsi Infrastruktur Digital Publik (DPI) dan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai enabler program prioritas, maka ketepatan sasaran dan efektivitas program perlinsos dan MBG. Sasaran tata kelola yang lebih baik, on demand, terverifikasi dan didukung pertukaran data yang memperkuat sasaran dan evaluasi.

Sasaran Layanan Perizinan Berusaha melalui OSS yang efektif dan terintegrasi dengan platform layanan K/L dan Pemda untuk kemudahan berusaha. Selain itu, memperkuat Efisiensi Belanja Negara bertujuan untuk mengefisiensikan belanja negara melalui E-Katalog dan E-Budgeting, serta penyederhanaan layanan administrasi pemerintahan.

Melalui DPI dan AI ini, kata Luhut B/ Penjaiatan, dapat memperkuat tata kelola penerimaan negara untuk meningkatkan kualitas tata kelola penerimaan negara (SIMBARA, Coretax, PNBP, Sawit dll). Selain layanan Digital Masyarakat Berdasarkan Siklus Kehidupan, layanan digital masyarakat.

Baca Juga :  Walikota Jaya Negara Minta Pengelolaan APBD Tertib, Transparan dan Akuntabel

Digital publik infrastruktur (DPI) dapat berupa identitas digital, pembayaran digital dan pertukaran data. Untuk itu, Bali diharapkan segera melakukan uji coba digitalisasi bantuan sosial. Sehingga manfaat untuk meningkatkan akurasi dalam pemilihan penerima program bantuan sosial (mengurangi kesalahan inklusi dan eksklusi), meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemilihan penerima program bantuan sosial, mereformasi mekanisme bantuan sosial melalui skema “on-demand” (pendaftaran terbuka) dan memastikan penyaluran bantuan sosial (G2P) yang efektif dapat dirasakan oleh semua pihak.

Ia menampaikan transparansi dan efisiensi melalui DPI dan AI ini ditargetkan selesai pada Oktober mendatang. Secara nasional akan dilakukan launching sebanyak 200 Kabupaten di Indonesia, dan target pada bulan Oktober terlaksana sebanyak 200 – 250 juta penduduk Indonesia yang sudah memiliki digitalisasi bantuan sosial berbasis DPI.

Dengan memiliki digital bantuan sosial berbasis Infrastruktur Digital Publik (DPI) dan Kecerdasan Buatan (AI) maka secara transparan akan dapat diketahui langsung masyarakat yang berhak mendapat bantuan sosial dan sebagai penerima program keluarga harapan (PKH) secara nyata. (fkb/pas)

Shares: