Nasional

Hadiri Dresta Lango dan Dharma Shanti XX, Bupati Adi Arnawa: Perkuat Tradisi Jadi Kekuatan Ekonomi Badung
Diterbitkan: 21 Maret 2026, 15:33 | Diperbarui: 21 Maret 2026, 15:35

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menghadiri perhelatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu dipusatkan di Catus Pata Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (20/3/2026).

Kehadiran Bupati Badung didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi di tengah gempuran modernisasi.

Acara tahunan ini disaksikan anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Tama Tenaya, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, anggota DPRD Badung I Made Reta dan I Nyoman Karyana, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Benoa I Wayan Karang Subawa, Bendesa Adat Bualu I Made Suarma, tokoh masyarakat setempat.

Dresta Lango dan Dharma Shanti merupakan panggung kreativitas masyarakat Bualu mengintegrasikan seni, tradisi, dan ekonomi kerakyatan melalui lomba ogoh-ogoh, pameran UMKM, lomba gebogan bunga, hingga Fruit Carving.

Bupati Adi Arnawa menekankan kegiatan ini pilar penting menjaga kohesi sosial dan identitas budaya Bali. Kegiatan ini secara tidak langsung sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Bali, dan sebagai sarana mempererat tali persaudaraan antara masyarakat Desa Adat Bualu. ”Kami mendukung penuh inisiatif seperti ini, memberi ruang bagi kreativitas dan melibatkan generasi muda dalam menjaga warisan budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan kekuatan tradisi yang konsisten terjaga akan menjadi daya tarik magnet bagi sektor pariwisata yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Sebagai daerah pariwisata, Bali menjadikan budaya sebagai kekuatan ekonomi yang tak terpisahkan. ”Kegiatan ini bagian dari upaya memperkenalkan seni dan tradisi Bali kepada wisatawan, serta mengangkat potensi pariwisata di Bali khususnya Badung,” jelas Bupati Adi Arnawa.

Dukungan Pemkab Badung terhadap kreativitas generasi muda (yowana) tergolong masif. Hal ini terlihat dari besaran apresiasi pada ajang Badung Fest, di mana juara I ogoh-ogoh mendapatkan Rp500 juta, juara II Rp 450 juta, juara III Rp400 juta, harapan I memperoleh Rp350 juta serta bantuan dana partisipasi Rp200 juta bagi setiap peserta.

Baca Juga :  Satpol Kecamatan Denpasar Utara Tertibkan PKL di Taman Kota Lumintang

Ketua Panitia, Suwirya mengatakan agenda rangkaian Rahina Suci Nyepi Caka 1948 ini mengusung tema “Dahaning Sira Parinama”. Tema tersebut melambangkan api semangat transformasi masyarakat pesisir Desa Adat Bualu.

Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan pada instruksi PHDI, MDA Provinsi Bali, juknis Dinas Kebudayaan terkait lomba ogoh-ogoh 2026 serta berita acara Prajuru Desa Adat Bualu tanggal 28 Februari 2026, dan Surat Keputusan Bendesa Adat Bualu tentang pembentukan Panitia Dresta Lango Dharma Shanti ke-XX tahun 2026.

Ia menjelaskan kegiatan ini untuk melestarikan budaya Bali melalui pengembangan kreativitas generasi muda, khususnya pemuda-pemudi di Desa Adat Bualu agar terus menjaga seni adat dan budaya Bali.

Selain pawai ogoh-ogoh di Catus Pata diikuti Seka Teruna se-Desa Adat Bualu dan menjadi daya tarik utama bagi tamu hotel dan wisatawan mancanegara. Rangkaian acara juga diisi gotong royong lintas krama serta prosesi Melasti di pesisir Pantai Nusa Dua. (pas)

Shares: