Nasional

Hadiri Peringatan Harsiarnas Ke-93, Ny. Putri Koster Pesankan Penyedia Informasi Jaga Integritas dan Kualitas Siaran
Diterbitkan: 4 April 2026, 12:25

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Ny. Putri Koster, sebagai penerima lifetime achievement dari KPID Bali mengucapkan rasa bangganya terhadap para jurnalis, pembawa acara, dan penyedia informasi berperan mengedukasi serta menyajikan siaran positif berdasarkan data dan fakta yang terjadi.

Menurutnya, sebuah berita atau siaran akan memiliki nilai dan kualitas apabila yang disajikan memberikan informasi jelas, transparan, dan sesuai dengan kenyataan, mampu memberikan pengetahuan atau edukasi, serta menyuguhkan informasi yang cepat dan tepat.

Sebagai penyedia siaran yang dipercaya masyarakat luas, kata Ny. Putri Koster, diperlukan kemampuan untuk terus bersaing secara sehat agar tidak muncul berita hoaks menyesatkan pembaca atau penonton dan berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Hal ini disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-93 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (3/4/2026).

Ia menambahkan sebagai penyiar menyampaikan informasi dan memiliki kemampuan mengolah kata secara komunikatif, diharapkan mampu menyampaikan siaran secara konstruktif, menjaga hal-hal positif, serta mendukung pembangunan berdasarkan data yang dapat mempersatukan masyarakat.

Ny. Putri Koster mengingatkan agar insan penyiaran tidak menimbulkan polemik menyebabkan perpecahan akibat penyajian informasi yang tidak berimbang dan menyesatkan. Selain itu, perkembangan media sosial sangat cepat menuntut setiap individu untuk mampu menjadi penyalur informasi yang tetap menjaga marwah jurnalistik, sehingga tidak mengaburkan informasi yang berkembang tanpa data dan fakta yang sebenarnya. ”Jangan sampai kita tidak mampu menjaga kapasitas dan integritas sebagai penyaji informasi. Hal tersebut akan berdampak pada penurunan kualitas diri dan kemampuan kita sendiri. Media sosial merupakan ujian yang akan menunjukkan karakter kita melalui setiap unggahan,” imbuh Ny. Putri Koster.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, Agus Astapa menyampaikan menjaga Bali tetap ajeg dan tidak terdampak tayangan yang kurang mendidik atau cenderung memecah belah. Ia bersama tim komisioner terus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap siaran atau tayangan yang beredar, baik dari segi materi, konten, maupun gaya bahasa penyampaian.

Baca Juga :  Raih Nomor Urut 2, Koster Sebut Koda Alam Lanjutkan Kepemimpinan Dua Periode

SAgus Astapa menjelaskan dari 66 radio dan 30 TV penyiaran daring hingga saat ini belum ada yang terkena sanksi karena belum ditemukan siaran melanggar batasan. ”Jika ada siaran atau tayangan di luar konteks dan standar, kami akan tegur secara lisan tahap pertama. Jika masih mengulang, tentu akan kami tindak tegas,” jelasnya.

Dengan mengangkat tema ”Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional”, peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-93 diharapkan dapat memperkuat ketahanan informasi yang berimbang, terverifikasi, serta memiliki kualitas yang layak untuk disimak.

Pada kesempatan itu diserahkan sejumlah penghargaan, antara lain kepada penyiar muda berbakat radio lagu pop Bali, Gus Wisnu; penyanyi rap muda berbakat di Bali, I Gede Juna Pratama; serta penyiar program ”Dagang Gantal”, Ketut Camplung dan Gede Tomat berperan dalam melestarikan komunikasi berbahasa Bali melalui siaran radio.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada sepuluh penyanyi dengan lagu terbaik dan inspiratif. (fkb/pas)

 

Shares: