Ekonomi

Harga Jeruk Siem Kintamani Terjun Bebas
Diterbitkan: 27 Juli 2026, 17:32

BANGLI, FORUMKEADILANBALI.com – Panen raya jeruk siem Kintamani, Bangli telah dimulai. Namun petani jeruk kini dihantui dengan harga cendrung mengalami penurunan. Sejumlah petani jeruk menduga penyebab anjloknya harga jeruk adalah musim panen jeruk di Jawa khusnya di Bayuwangi dan sekitarnya saat ini mengalami puncak.

Petani berharap dalam beberapa hari ke depan harga kembali naik. ”Sebelumnya harga jeruk di tingkat petani sempat mencapai Rp8.000 per kilogram. Kini harganya terus mengalami penurunan hingga Rp5.000 per kilogram,” ungkap Eka Putra Wirata, salah seorang petani jeruk asal Desa Gunungbau, Kintamani.

Ia menjelaskan, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, saat ini jumlah luasan lahan peekebunan jeruk di Kintamani mengalami penurunan akibat alih tanaman dari jeruk ke kopi. Logikanya musim panen jeruk seharusnya harga tinggi. Bahkan beberapa waktu lalu sempat tidak ada pembeli. ”Petani ingin menjual hasil panen harus petik sendiri dan membawa ke pasar sendiri,” ungkap Eka Putra Wirata seraya menambahkan jumlah pengepul jeruk tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Hal senada disampaikan I Wayan Sutama seorang petani jeruk asal Banjar Gelagahlinggah, Kintamani. Ia mengaku tahun sebelumnya menjadi pengepul jeruk dan membawa langsung ke sejumlah pasar di Denpasar dan Badung. Tahun ini terpaksa tidak menggeluti bisnis ini lagi. ”Sekarang saya belum jualan jeruk ke luar Bangli,” jelasnya seraya menambahkan lesunya pasar di tingkat petani menjadi salah satu penyebab dirinya sementara tidak berjualan.

Terkait harga, Sutama mengatakan hal yang sama. Diperkirakan harga akan terus mengalami penurunan mengingat di sejumlah kawasan tanaman siap panen terus bertambah. Sementara pangsa pasar khususnya dari Jawa masih belum tampak di sejumlah kawasan di Kintamani. ”Biasaya bulan seperti ini proses pengepakan jeruk oleh pembeli dari Jawa telah bermunculan. Tapi saat ini masih sepi,” ungkap Sutama.

Baca Juga :  <strong>Ny. Seniasih Giri Prasta Hadiri Rangkaian Kegiatan Sehat Bersama UMKM Badung</strong>

Kuat dugaan sepinya pembeli dari Jawa disebabkan over produksi jeruk di wilayah Jawa seperti Lumajang, Probolinggo, maupun Banyuwangi. Sebagaimana diketahui sejumlah kawasan di Jawa menjadi sentra penghasil jeruk siem. Meski dari segi rasa Jeruk Siem Kintamani memiliki cita rasa sangat khas, namun sepinya permintaan pasar di kota-kota besar di Jawa seperti Surabaya, Jogya, Semarang maupun Jakarta ikut andil lesunya penjualan jeruk siem Kintamani. (jel)

Shares: