Nasional

HUT Ke-57 PGSDT, Gubernur Koster Minta Kuatkan Keluarga Bali 4 Anak Jaga Masa Depan Bali
Diterbitkan: 24 Mei 2026, 20:41

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Bali merupakan bagian dari Indonesia, memiliki luas 1,6 km persegi dari jumlah Indonesia, dengan jumlah 4,4 juta jiwa. Hal ini memprihatinkan bagi Bali terutama tetap menghidupkan budaya Bali, melestarikan adat istiadat sekaligus menjaga populitas dan jumlah penduduk Bali.

Berkaca dari jumlah warga asli Bali semakin sedikit (1 Kepala Keluarga hanya memiliki 2 anak) disebabkan kebanyakan 1  keluarga memilih hanya memiliki 2 anak, sehingga anak ketiga (Nyoman) dan anak keempat (Ketut) hampir tidak ada lagi. Jika jumlah kita semakin sedikit, bagaimana caranya kita mampu mempertahankan dan melestarikan budaya Bali. ”Saya ajak setiap rumah tangga kembali memilih memiliki 4 anak,’’ kata Gubernur Bali Wayan Koster saat  memberikan sambutan serangkaian Dharma Santi dan HUT ke-57 Para Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT) & HUT ke-6 Bala Praja tahun 2026, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (24/5/2026).

Ia menmabahkan, program 1 keluarga 1 sarjana sudah mulai digerakkan, yang bekerja sama dengan sejumlah Perguruan Tinggi yang ada di Bali. Hal ini disampaikan Gubernur Koster

Gubernur Koster menyampaikan rasa bangganya terhadap paiketan Para Gotra Sentana Dalem Tarukan hingga saat ini masih memegang teguh rasa persaudaraan dan mengutamakan prinsip saling asah, asih dan asuh dalam mengisi pembangunan dan melestarikan adat istiadat serta budaya Bali.

Gubernur Koster minta paiketan Para Gotra Sentana Dalem Tarukan turut mendukung pembangunan Bali, salah satunya menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat Bali, agar menjadikan Bali sebagai tempat ternyaman semua orang, khususnya mereka yang menetap. ”Masa depan orang Bali tidak bisa dititipkan kepada orang lain, dan hanya bisa dijaga krama Bali sendiri.” tegasnya.

Gubernur Koster mengungkapkan keberagaman dimiliki jangan sampai menjadi hambatan dalam membangun kesejahteraan masyarakat Bali. “Pasemetonan sangat penting karena itu merupakan wujud bakti kita terhadap leluhur. Namun jangan sampai menimbulkan fanatisme atau mengkotak-kotakkan diri,” ujar Koster.

Baca Juga :  <strong>Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih dan Pedudusan Alit Banjar Uma Desa, Peguyangan Kaja</strong>

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-57 Para Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT) Provinsi Bali dirangkaikan dengan Dharma Santhi Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 ini, dilaksanakan sebagai momentum membangkitkan rasa persaudaraan yang mulat sasira dan saling bekerjasama mewujudkan perdamaian bermasyarakat.

Ketua Umum PGSDT Pusat, I Wayan Jarta menyampaikan hingga saat ini Para Gotra Sentana Dalem Tarukan memiliki ribuan anggota, dan memiliki Balapraja di seluruh Bali. Melalui peringatan HUT ke-57, momentum ini dijadikan mengevaluasi program-program sebelumnya sudah dijalankan. Sehingga mampu menumbuhkan semangat dan gotong royong meng-ajegkan kehidupan yang harmonis, mandiri, sukerta, gemah lipah loh jinawi yang berdasarkan atas Tri Hita Karana.

Hadir pada kesempatan ini Panglingsir Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Sabha Wiku Para Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT) Ida Shri Rsi Dukuh Putra Bandem, Kepala Badan Kesbangpol dan sejumlah pejabat lainnya.(fkb/pas)

Shares: