Nasional

Jalankan Instruksi Presiden, Gubernur Koster Pimpin Rakor Forkopimda se-Bali
Diterbitkan: 19 Februari 2026, 21:49 | Diperbarui: 20 Februari 2026, 08:20

*Perkuat Penanganan Sampah dan Tata Kelola Pariwisata

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com –Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dalam rapat koordinasi nasional beberapa waktu lalu, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) plus tingkat Provinsi serta Kota/Kabupaten se-Bali, di Gedung Wiswasabha Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (19/2/2026).

Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Bali secara terpadu, khususnya menjaga kualitas lingkungan, memperkuat tata kelola pariwisata, serta memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dan berlandaskan visi Bali Era Baru.

Gubernur Koster menegaskan Presiden RI memberikan perhatian khusus kepada Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia. Sehingga berbagai persoalan yang dapat memengaruhi citra pariwisata harus ditangani serius dan terpadu. ”Sesuai arahan Presiden, Bali mendapat perhatian khusus karena merupakan tujuan wisata dunia. Salah satu menjadi penekanan persoalan sampah, terutama sampah di pantai yang dapat merusak citra pariwisata Bali,” tegasnya.

Gubernur Koster mencontohkan kondisi di sejumlah pantai, seperti Pantai Kuta, Kabupaten Badung mengalami peningkatan volume sampah kiriman saat musim tertentu, khususnya bulan Desember hingga Januari akibat arus laut. Untuk itu, ia meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan. ”Kita tidak hanya menangani sampah di pantai, tetapi sampah di daratan, sungai, dan danau. Ini harus menjadi gerakan bersama. TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat harus terlibat aktif,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan program strategis Pemerintah Provinsi Bali melalui Gerakan Bali Bersih Sampah di sungai, laut, dan pantai se-Bali, akan dicanangkan secara serentak pada 1 Maret 2026, dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI/Polri, desa adat, komunitas lingkungan, serta masyarakat luas. Program ini bertujuan menjaga ekosistem laut, melindungi keindahan pantai, serta mempertahankan citra Bali di mata wisatawan domestik dan internasional.

Baca Juga :  Wabup Supriatna Bangga Api Obor Porprov Bali XVI Bersemayam di Buleleng

Selain penanganan sampah, rapat koordinasi juga membahas sejumlah isu strategis lainnya, antara lain penertiban spanduk dan reklame ilegal, penataan kabel listrik dan telekomunikasi, pengendalian kemacetan lalu lintas, penguatan keamanan dan ketertiban, serta pengendalian alih fungsi lahan produktif.

Gubernur Koster menegaskan seluruh kepala daerah di Bali harus mengambil langkah tegas dan terukur untuk menjaga kualitas lingkungan, estetika wilayah, serta keberlanjutan pembangunan Bali. ”Kita harus bergerak bersama, memperkuat koordinasi, dan memastikan Bali tetap bersih, tertib, aman, dan nyaman. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi tanggung jawab seluruh pemerintah kabupaten/kota dan seluruh komponen masyarakat,” ucapnya.

Berdasarkan data indikator makro pembangunan, kondisi Bali menunjukkan capaian positif dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,82 persen, tingkat kemiskinan 3,42 persen, dan tingkat pengangguran terbuka 1,45 persen merupakan salah satu terendah secara nasional.

Gubernur Koster menekankan keberhasilan pembangunan harus diiringi dengan penguatan tata kelola lingkungan, budaya, dan pariwisata agar Bali tetap menjadi destinasi wisata unggulan dunia yang berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Bali bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota se-Bali berkomitmen memperkuat sinergi, mempercepat implementasi program strategis, serta memastikan Bali tetap menjadi daerah yang bersih, tertata, aman, dan berdaya saing global. (fkb/pas)

Shares: