Daerah

Jaya Negara “Ngayah Nyangging” pada Matatah Massal Desa Adat Panjer
Diterbitkan: 29 Agustus 2026, 18:27

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, ngayah nyangging pada pelaksanaan Upacara Metatah (potong gigi) massal digelar Desa Adat Panjer di Lapangan Wantilan Desa Adat Panjer, Sabtu (29/8/2026).

Matatah massal tersebut merupakan bagian rangkaian Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Atma Wedana (Nyekah Kurung Nyatur Muka) dilaksanakan Desa Adat Panjer. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, anggota DPD RI I.B Rai Dharmawijaya Mantra, anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, serta sejumlah tokoh masyarakat  Kota Denpasar.

Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada Jero Bendesa Adat Panjer beserta seluruh jajaran dan krama yang telah melaksanakan karya secara gotong royong. ”Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, kami mengucapkan terima kasih kepada Jero Bendesa Adat Panjer beserta seluruh jajaran telah melaksanakan karya ini. Ini merupakan wujud dharma, termasuk dharmaning negara, melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Desa Adat Panjer,” ujar Jaya Negara.

Ia mengatakan pelaksanaan upacara massal salah satu bentuk nyata kolaborasi pemerintah dengan desa adat dalam meringankan beban masyarakat dalam menjalankan swadharma keagamaan. Pemkot Denpasar memberikan dukungan dana Rp1 miliar untuk membantu pelaksanaan karya tersebut.  Walaupun bantuan ini tidak maksimal, kami memberikan dukungan Rp1 miliar. Sementara kekurangannya dilaksanakan secara gotong royong. ”Saya kira tidak ada masyarakat yang mengeluarkan biaya. Mudah-mudahan pola seperti ini bisa kita bangun, tidak hanya di bidang spiritual dan mental, tetapi dalam berbagai bidang lainnya, sehingga harmonisasi dapat kita bangun di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan tersebut penting untuk terus dikembangkan di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin berkembang.

Baca Juga :  Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Karya Pemerajan Arya Jelantik Bongkasa

Sementara itu, Bendesa Adat Panjer A.A Ketut Oka Adnyana, mengatakan pelaksanaan karya bagian dari komitmen Desa Adat Panjer membantu dan meringankan beban finansial krama dalam menjalankan kewajiban keagamaan.

Ia menjelaskan, rangkaian karya diawali dengan Pitra Yadnya berupa upacara Warak Kururon, Ngelungah, dan Nglangkir yang telah dilaksanakan pada 24-25 Mei 2026. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan upacara matatah atau potong gigi massal serta persiapan menuju upacara Atma Wedana atau Memukur. ”Upacara Atma Wedana ini bertujuan meningkatkan penyucian roh pitara menuju Sunia Loka. Namun sebelum puncak Memukur dilaksanakan, kami menyelenggarakan upacara Metatah Massal,” ujar Oka Adnyana.

Pelaksanaan matatah massal tahun ini diikuti 266 peserta. Sementara prosesi mamukur akan diikuti 212 puspa dan dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026.

Peserta upacara tidak hanya berasal dari krama Desa Adat Panjer, namun terbuka bagi masyarakat di luar wilayah Desa Adat Panjer. Jumlah peserta tahun ini terbanyak dalam kurun waktu pelaksanaan kegiatan digelar setiap empat tahun sekali.

Oka Adnyana menegaskan, seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gratis tanpa membebani masyarakat dengan biaya pelaksanaan. Pembiayaan sepenuhnya ditopang melalui kas Desa Adat Panjer, LPD, serta unit-unit usaha yang dikelola desa adat. Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dana sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Kota Denpasar. Krama tidak dibebani biaya alias gratis. ”Kami tidak menetapkan standar biaya sama sekali. Hanya memberikan punia, kami persilakan seikhlasnya sebagai wujud rasa syukur,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh krama dapat mengikuti rangkaian upacara dengan penuh ketenangan, kesucian, dan berlandaskan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi tuntunan bagi umat dalam mengendalikan hawa nafsu serta Sad Ripu atau enam musuh yang ada dalam diri manusia.

Baca Juga :  Hadiri Upacara Atma Wedana, Bupati Satria Ajak Masyarakat Perkuat Tradisi Adat Budaya Bali

Ke depan, Oka Adnyana berharap pelaksanaan karya yang rutin digelar setiap empat tahun sekali ini dapat terus memperoleh dukungan dari seluruh masyarakat. Dengan adanya fasilitas upacara massal yang ditanggung desa adat, krama diharapkan tidak perlu mengeluarkan biaya besar secara mandiri di luar desa.

Menariknya, dalam pelaksanaan Metatah Massal tersebut, selain Wali Kota Jaya Negara, pada kegiatan itu, anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra, dan anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya turut ngayah nyangging bentuk partisipasi dan dukungan terhadap pelaksanaan yadnya yang digelar Desa Adat Panjer. (pas)

Shares: