DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Menjelang Hari Raya Galungan-Kuningan dan Hari Natal dan Tahun Baru 2026 ketersediaan dan kebutuhan pangan di Kota Denpasar cukup aman. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Kota Denpasar, drh. Ida Bagus Mayun Suryawangsa, Kamis (23/10/2025)
Menurut Mayun Suryawangsa, hasil dari tim turun ke lapangan memantau ketersediaan dan kebutuhan pangan untuk Kota Denpasar sampai saat ini masih aman. ”Ketersediaan pangan yang ada di wilayan Kota Denpasar asih melebihi dari kebutuhan, baik pangan pokok maupun pangan strategis,’’ ujarnya.
Mayun Suryawangsa mangatakan, indeks ketahanan pangan dari tahun 2022, 2023 dan 2024 Kota Denpasar meraih peringkat 1 tingkat nasional. Bahkan ketersediaan pangan pokok maupun yang lainnya tidak pernah kekurangan di Kota Denpasar. Meskipun bukan daerah penghasil pangan atau produksi, namun sebagai daerah konsumen. ”Kita masih mendatangkan pangan pokok maupun pangan strategis dari daerah penyangga, seperti kabupaten yang ada di Provinsi Bali maun kabupaten yang ada di Jawa Timur seperti Jember dan Banyuwangi,’’ jelasnya.
Mayun Suryawangsa menuturkan, Kota Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali sekaligus pusat perdagangan ketersediaan pangan pokok dan yang lainnya selalu terkendali dan aman. Pasokan pangan pokok terlebih dahulu akan transit di Kota Denpasar, sehingga ketersediaan pangan pokok tidak perlu diragukan. Melihat lahan sawah yang ada di Denpasar luasnya kurang lebih 1,800 hektar mampu memenuhi bahan pokok hanya 20 persen dari umlah penduduk Denpasar 728 ribu jiwa. Hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat 20 persen dan 80 persen mendatangkan pangan dari kabupaten lain di Bali dan Jawa Timur. ”Sampai akhir tahun 2025 mendatang kami pastikan ketersedaan pangan pokok tidak ada masalah,’’ ucapnya.
Ditanya kebutuhan pangan di Kota Denpasar, Mayun Suryawangsa mengungkapkan, kebutuhan per kapita rata-rata masyarakat menkonsumi beras 250 gram setiap hari. Kalau dihitung kebutuhan pangan per hari sebanyak 160 ton untuk konsumsi beras. ”Ketersedaan pangan pokok di Denpasar per hari rata-rata lebih dari kebutuhan 20 sammpai 40 persen,’’ terangnya.
Ia menambahkan, bazar pangan yang digelar di wilayah Kota Denpasar untuk mendekatkan akses pangan kepada masyarakat. Bazar pangan tersebut selain harga bahan pokok dijual harganya lebih murah dari pasaran, dan untuk pengendalian inflasi. ”Bazar pangan yang kita dilaksanakan langsung bekerja sama dengan produsen dan distributor. Sehingga harga-harga yang kita siapkan lebih murah dari harga di pasaran 10-15 persen,’’ paparnya.
Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar ini minta kepada masyarakat datang ke bazar pangan berbelanja untuk mendapatkan harga pangan pokok maupun pangan strategis di bawah harga pasar. ”Kami harapkan masyarakat memanfaatkan belanja ke bazar pangan, karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari pasaran,’’ harapnya. (pas)

