BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Menjelang pelaksanaan validasi rencananya akan dilakukan tahun depan, Batur Unesco Global Geopark (BUGGp) terus melakukan persiapan melalui beragam rencana program. Melalui persiapan matang, hasil validasi sesuai dengan harapan.
Demikian disampaikan General Manajel BUGGp, Wayan Gobang Edi Sucipto ditemui di Kantor BUGGp, di Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (11/6/2026).
Gubang didampingi sejumlah manajer mengemukakan, rekomendasi hasil validasi telah dilakukan beberapa tahun silam menyebutkan ada beberapa hal harus menjadi perhatian pihak pengelola BUGGp, yakni berkaitan dengan keberadaan panel informasi di sejumlah geosite, visibilitas sejumlah geosite yang belum tampak dengan sempurna. ”Kami saat ini fokus melakukan sejumlah kegiatan hasil reomendasi dari asesor yang telah melakukan validasi,” ujarnya.
Gobang menuturkan bentuk kegiatan telah dirancang dan segera dilakukan, diantaranya membuat panel informasi terkait dengan Danau Batur, maupun informasi terkait dengan geosite lainnya yang selama ini menjadi pendukung kawasan kaldera Batur. Sedangkan menambah visibilitas, pihaknya telah merancang program pembersihan di sejumlah geosite yang saat ini masih belum tampak sempurna karena tumbuhan. ”Kita telah merancang kegiatan pembersihan di sekitar geosite puranya, maupun di goa lava,” kata Gobang seraya menambahkan melakukan aksi tersebut akan melibatkan komponen masyarakat sekitar maupun organisasi kemasyarakat dan dunia usaha.
Selain fokus mempersiapkan kedatangan asesor akan melakukan validasi, kata Gobang, saat ini BUGGp terus melakukan pembenahan manajerial. Jika sebelumnya, tangungjawab manajersial BUGGp masih berada di Pemerintah Kabupaten, namun kini BUGGp telah diambil alih oleh pemerintah propinsi Bali. ”Upaya perbaikan manajerial, telah kami lakukan paska terbitkan SK Guburnur Bali tentang Badan Pengelola Batur Unesco Global Geopark. Saat ini kami telah memiliki staf yang setiap hari stand bye di Kantor. Ini sangat memudahkan kami untuk melakukan kordinasi,” katanya.
Meski keberadaan BUGGp cukup lama, namun keberadaanya masih belum maksimal. Menjelang HUT ke 14 BUGGp yang akan dilaksanakan tanggal 20 September, pengelola akan menjadikan momentum ini sebagai titik tolah sosialisasi lebih dalam tentang keberadaan BUGGp. ”Saat pelaksanaan HUT, kami akan menggelar sejumlah kegiatan untuk mengingatkan kembali peran BUGGp sebagai wahana edukasi, konservasi dan pemberdayaan di Kaldera Batur, sekaligus juga memaksimalkan sosialisasi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kegiatan lain akan dilakukan diantaranya konservasi Danau Batur melalui penanganan ikan red devil selama ini masih menjadi momok bagi petani ikan di Danau Batur, serta rencana pemberdayaan masyarakat sekitar melalui pameran kuliner khas setempat, serta melakukan FGD tentang Geodiversity, Biodiversity dan cultural diversity kawasan Batur Global Geopark. ”Kami berharap kegiatan ini bukan saja ajang sosislisasi, namun langkah kongkrit dari pengelola BUGGp menjaga kelestarian taman bumi satu-satunya di Bali ini,” ungkapnya. (jel)
KAWASAN KALDERA – Kawasan Kaldera Batur, yang ditetapkan menjadi kawasan Taman Bumi oleh Unesco Melalui Batur Unesco Global Geopark ( BUGGp) Kintamani, Bangli. (foto : jel)

