BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Pelatihan Pembuatan Banten bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Kegiatan yang digagas Dinas Sosial Kabupaten Badung ini dilaksanakan, Senin (13/4/2026) di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung.
Pelatihan keterampilan ini diikuti 60 peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Badung akan berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai tanggal 13-17 April 2026.
Acara pembukaan dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwitha, jajaran pengurus dan anggota K3S Kabupaten Badung, narasumber ahli, serta seluruh peserta yang antusias mengikuti kegiatan.
Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya program strategis ini. Menurutnya, pelatihan ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok wanita yang rentan secara sosial dan ekonomi, serta para penerima manfaat program kesejahteraan keluarga. “Kegiatan ini memiliki makna sangat penting. Selain melestarikan nilai-nilai agama, adat istiadat, dan budaya Bali yang sudah diwariskan turun-temurun. Pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga,” ujarnya.
Ny. Rasniathi Adi Arnawa menjelaskan, kemampuan merangkai banten dengan baik dan benar merupakan keahlian yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat di Bali. Dengan menguasai keterampilan ini, para peserta tidak hanya dapat mempraktekkannya untuk kebutuhan sendiri di lingkungan keluarga dan masyarakat. Tetapi berpotensi menjadi ladang usaha tambahan untuk menambah penghasilan. “Saya berharap ibu-ibu bisa mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Ilmu yang didapat sangat berharga, bisa dipraktekkan langsung di rumah, membantu kegiatan di banjar, maupun dijadikan bekal keterampilan yang bernilai ekonomis,” tambahnya.
Ny. Rasniathi Adi Arnawa berharap program pelatihan semacam ini dapat menjadi agenda rutin dan berkelanjutan setiap tahunnya. Hal ini penting agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan bekal keterampilan yang berguna, sekaligus menjaga agar tradisi keagamaan tetap lestari dan tidak punah di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial I Gede Eka Sudarwitha, menegaskan kegiatan ini sejalan dengan visi misi pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat agar mandiri dan sejahtera. Melalui pendekatan budaya, diharapkan program sosial dapat diterima dengan lebih baik dan memberikan dampak yang nyata bagi peningkatan ekonomi keluarga.
Ia menjelaskan selama 5 hari ke depan, para peserta akan dibekali materi teori dan praktik menyusun berbagai jenis banten secara rinci, didampingi langsung narasumber yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Diharapkan di akhir kegiatan, para peserta mampu membuat banten dengan rapi, indah, dan sesuai dengan aturan tata cara yang berlaku. (pas)

