MANGUPURA, FORUMKEADILANBali.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menghadiri prosesi upacara (upasaksi) Karya Ngenteg Linggih serangkaian Karya Mamungkah, Mendem Pedagingan, Rsi Gana, Ngenteg Linggih, Ngingkup, dan Padudusan Alit di Balai Banjar Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Minggu (25/10/2026).
Rangkaian karya suci tersebut dipuput Ida Pedanda dari Griya Gede Selat. Agenda keagamaan ini dihadiri anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Dendi Astra Wijaya, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, pelingsir Puri Selat, serta krama Banjar Selat. Dalam kesempatan itu, Bupati melaksanakan persembahyangan bersama dan menandatangani prasasti peresmian.
Dalam sambrama wacananya, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong royong warga dalam mensukseskan rangkaian upacara sekaligus meresmikan fasilitas banjar baru. ”Saya merasa bersyukur dapat hadir bersama krama Banjar Selat dalam rangkaian karya suci ini. Saya mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat yang telah mempersiapkan serta melaksanakan karya ini dengan baik. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, rahayu, dan memberikan kerahayuan bagi kita semua,” ucapnya.
Bupati Adi Arnawa berharap gedung Balai Banjar Selat yang baru dapat dioptimalkan sebagai pusat kegiatan adat, budaya, dan sosial guna mempererat semangat kekeluargaan. ”Dengan adanya Balai Banjar yang baru, saya berharap krama dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan, adat, dan budaya. Mari kita jaga bersama fasilitas ini agar dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat serta menjadi tempat untuk memperkuat persatuan dan semangat menyama braya,” tambahnya.
Bupati Adi Arnawa memaparkan program prioritas Pemkab Badung yang pro-rakyat. Di antaranya program santunan khusus lansia berusia 75 tahun ke atas Rp3 juta per tahun cair saat hari ulang tahun, serta bantuan hari raya keagamaan Rp2 juta per kepala keluarga (KK). Seluruh bantuan ditegaskan wajib disalurkan secara transparan tanpa pemotongan.
Sementara itu, Pamucuk Karya yang juga Perbekel Desa Selat, Made Semawan menjelaskan pemindahan lokasi balai banjar dilakukan karena lokasi lama berdiri di atas lahan milik pribadi. Berkat dukungan penuh pemerintah daerah dan swadaya warga, pembangunan di lokasi baru berhasil rampung. Upacara pangurip bangunan ini didanai dari APBDes Selat dengan total anggaran mencapai Rp 314.000.000. (pas)

