Nasional

Kepala PMD Dukcapil Bali Buka Pelatihan Posyandu Ke-10, 111 Kader Buleleng Perkuat Dukung Transformasi 6 SPM
Diterbitkan: 10 Agustus 2026, 19:39

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, membuka Pelatihan Posyandu ke-10 berlangsung di UPTD. Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Bali, Senin (10/8/2026).

Pelatihan diikuti 111 kader dari Kabupaten Buleleng ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali memperkuat kapasitas kader Posyandu dalam mendukung transformasi pelayanan dasar masyarakat.

Pelatihan difokuskan pada penguatan kapasitas kader Posyandu agar mampu mendukung penyelenggaraan pelayanan berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Transformasi tersebut mendorong Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi memiliki peran lebih luas dalam mendukung pemenuhan pelayanan dasar masyarakat.

Dalam sambutannya, I Made Dwi Dewata mengatakan kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Kader menjadi salah satu ujung tombak dalam menyampaikan informasi, memberikan edukasi, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta membantu menghubungkan masyarakat dengan berbagai layanan pemerintah. ”Transformasi Posyandu ini harus kita dorong bersama agar Posyandu mampu memberikan pelayanan lebih luas dan terintegrasi. Tidak hanya kesehatan, tetapi mendukung enam Standar Pelayanan Minimal yang menjadi hak dasar masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas kader menjadi kunci agar transformasi Posyandu dapat berjalan optimal. Kader tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai berbagai jenis pelayanan dasar serta kemampuan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. ”Melalui pelatihan ini, kami berharap para kader mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai peran Posyandu dalam transformasi pelayanan dasar. Pengetahuan yang diperoleh nantinya dapat diterapkan di masing-masing wilayah untuk memberikan pelayanan yang semakin dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Dwi Dewata.

Baca Juga :  Pemprov Bali Peringati Harkitnas Ke-118, Perlindungan Anak di Ruang Digital Jadi Sorotan

Ia berharap, 111 peserta dari Kabupaten Buleleng dapat menjadi penggerak di wilayah masing-masing dalam memperkuat keberadaan Posyandu. Para kader juga diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat serta membantu memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan dasar sesuai dengan kebutuhannya.

Dwi Dewata mengungkapkan pelatihan Posyandu ke-10 ini bagian dari komitmen Pemprov Bali terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan Posyandu. Penguatan kapasitas kader di tingkat desa diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pelayanan dasar yang lebih inklusif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Semakin kuatnya kapasitas kader, Posyandu diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat pembangunan masyarakat hingga tingkat desa. (fkb/pas)

Shares: