Nasional

Komitmen Gubernur Koster Sangat Kuat Lestarikan Budaya dan Warisan Leluhur
Diterbitkan: 3 Maret 2026, 20:42

Hadiri Bakti Caru Rsi Gana dan Pamelaspas Bale Pemaruman di Pura Alas Arum Batur

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri prosesi Bakti Caru Rsi Gana dan Pamelaspas Bale Pemaruman di Pura Alas Arum Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani, Bangli, bertepatan dengan Purnama Kesanga, Selasa (3/3/2026).

Upacara dipuput Ida Pedanda Nabe Putra Ida Pandita Mpu Nabe Tri Dhaksa Natha tersebut, Gubernur turut bersembahyang bersama ratusan pengempon dan penyungsung pura. Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster didaulat mengikuti prosesi mendem pedagingan sebagai bagian dari rangkaian pamelaspas bale pemaruman.

Jero Penyarikan Alit Pura Alas Arum Batur menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pembangunan dan renovasi pura.

Ia mengungkapkan bantuan hibah sebesar Rp1 miliar telah diserahkan tahun 2024 untuk renovasi dan pembangunan bale pemaruman. ”Bantuan ini menjadi bukti bakti dan gotong royong umat menjaga kelestarian pura,” ujarnya.

Kehadiran Gubernur Koster bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pemugaran serta renovasi pura sebagai upaya pelestarian warisan budaya dan sejarah Bali. Ia menegaskan pentingnya menjaga kesucian dan keindahan tempat ibadah, sejalan dengan komitmen merawat nilai-nilai adat, tradisi, dan agama di Bali.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, serta Danrem 163/Wira Satya Ida I Dewa Agung Hadi Saputra.

Pura Alas Arum Batur berlokasi di Desa Pakraman Batur, Kintamani berdekatan dengan Pura Ulun Danu Batur, tepatnya di bagian timur (luan), berdampingan dengan Pura Pande Batur dan Palinggih Ida Ratu Mbah Api. Pura ini memiliki piodalan jatuh setiap Panglong Ping Kalih Purnama Kesanga atau dua hari setelah Purnama Kesanga.

Baca Juga :  Bertemu Dubes Perancis, Pj. Gubernur Bali Bahas Potensi Kerjasama Strategis

Rangkaian upacara berlangsung khidmat dengan partisipasi aktif krama desa, yang dimulai pada 21 Februari 2026, akan berakhir pada 10 Maret 2026 mendatang untuk prosesi pangayar, pertanian dan mesineb karya. (fkb/pas)

Shares: