Nasional

Kota Denpasar ”Melepas Matahari 2025” Dengan Pementasan Budaya, Usung Tema Bhineka Nusantara, Gelorakan Semangat Kolaborasi
Diterbitkan: 1 Januari 2026, 20:40

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Gelaran Budaya bertajuk ”Melepas Matahari 2025”, digelar Pemerintah Kota Denpasar di kawasan Catur Muka, Rabu (31/12/2025).

Mengusung tema ”Bhineka Nusantara”, acara tahunan ini diawali doa bersama lintas agama, dilanjutkan penampilan ratusan penari dalam pementasan inaugurasi tarian dibawah koordinasi Sanggar Sakti Manca. Acara Melepas Matahari ini ditutup dengan seremonial pelepasan burung merpati.

Bhineka Nusantara diusung sebagai simbolisasi keberagaman etnis, bahasa, agama, dan ekspresi seni yang hidup berdampingan. Sebagai kota kreatif berwawasan budaya, Denpasar tidak hanya menjadi pusat administrasi dan ekonomi Bali, tetapi juga ruang temu berbagai identitas Nusantara yang berinteraksi secara dinamis, membentuk estetika sosial yang harmonis.

Pelepasan matahari dihadiri Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Pj. Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, dan Forkompinda Kota Denpasar, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Purnawati Ngurah Gede, Pj. Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Suwandewi Eddy Mulya, dan tamu undangan lainnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan melepas matahari tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya, malam pergantian tahun diisi dengan berbagai acara musik dan pesta kembang api, acara tahun ini dikemas sebaliknya. “Melepas matahari tahun ini dikemas sederhana tanpa pesta kembang api. Meskipun digelar sederhana, namun harapannya acara ini juga bisa menjadi ruang ekspresi kesenian dan dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Denpasar,” kata Jaya Negara.

Jaya Negara menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar, unsur TNI/Polri, unsur Forkompinda lainnya beserta jajaran, para anggota dan dewan pimpinan DPRD Kota Denpasar, dan seluruh stakeholder telah memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Denpasar menjalankan pembangunan.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Harapkan Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah Optimal

Lebih lanjut Jaya Negara mengemukakan tahun 2026 persoalan sampah dan antisipasi banjir akan menjadi skala prioritas penanganan. “Harapannya di tahun 2026 ini Kota Denpasar bisa menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara didampingi Kepala Bidang Kesenian Wayan Narta mengatakan pentas budaya melepas matahari dipusatkan di kawasan Catur Muka, dilanjutkan beragam persembahan budaya di sisi selatan Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Sekitar 2.000 penari akan dibawah koordinasi Sanggar Tari Caksu Praba Cita ikut memeriahkan acara ini.

Pada garapan inaugurasi sendiri, secara filosofi bermakna memposisikan seni pertunjukan sebagai medium lintas budaya, di mana setiap unsur gerak, ritme, bunyi, dan visual memiliki esensi makna identitas Nusantara. “Keberagaman tidak ditampilkan sebagai kesan terpisah, melainkan sebagai nilai yang saling menguatkan ”Tat Twam Asi” perbedaan adalah cermin kesatuan. Karya ini menjadi motivasi kesadaran makna sekaligus pesan, bahwa harmoni lahir dari pengakuan atas perbedaan sebagai sumber daya kultural, bukan sebagai batas identitas,” paparnya.

Raka Purwantara menjelaskan beberapa pementasan ditampilkan di panggung sisi selatan Lapangan Puputan Badung pukul 20.00. Antara lain pagelaran Barungan dibawakan Gong Kebyar Wanita dan Gong Kebyar Anak-anak calon duta PKB tahun 2026. Ada pementasan dolanan tradisional, dibawakan Gong Kebyar Anak-anak duta PKB 2025. “Gelaran budaya melibatkan kesenian etnis, di antaranya Saman (Aceh), Jaranan Jawa, kesenian Borneo, Tionghoa, serta kesenian Bali seperti Jejangeran, yang dipadukan dalam konsep Vasudaiva Kutumbakam,” ucapnya. (pas)

Shares: