Nasional

Lestarikan Jati Diri Bangsa, Sekda Bangli Buka Bulan Bahasa Bali ke-VIII 2026
Diterbitkan: 9 Februari 2026, 15:15

​BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra membuka penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali ke-VIII tahun 2026 tingkat Kabupaten Bangli di Balai Banjar Adat Griya Kawan pada Senin (9/2/2026).

​Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa” secara filosofis bermakna Taman Membangun Jiwa yang Maha Sempurna. Tema ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai fondasi dalam membangun karakter manusia yang utuh dan luhur.

​Acara dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bangli, jJajaran Forkopimda Kabupaten Bangli, Asisten, Staf Ahli, dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli, ​Ketua PHDI  Kabupaten Bangli, ​Jro Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Bangli, ​Jero Penyarikan Duuran Batur, Camat se-Kabupaten Bangli, Lurah Kawan, Bendesa Alitan MDA se-Kabupaten Bangli, tokoh adat, pengurus MKKS SMA/SMK/SMP, K3S, serta para peserta lomba (Wimbakara).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli I Wayan Dirga Yusa  menyampaikan Bulan Bahasa Bali tahun ini memfokuskan pada pelestarian di tingkat generasi muda melalui 6 jenis perlombaan yang digelar mulai tanggal 9-11 Februari 2026.

Dirga Yusa menjelaskan cabang lomba yang dilombakan yakni Nyatua Bali (bercerita) tingkat SD, ​Wiwada (debat Bahasa Bali) tingkat SMA/SMK, ​Ngwacen Lontar (nembaca lontar) tingkat SMA/SMK, nNyurat Aksara Bali tingkat SD, ​nyurat lontar/ngrupak tingkat SMP, sambrama wacana (pidato Bahasa Bali) tingkat SMP.

​Sekda Riana Putra menekankan kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018. Ia mengibaratkan bahasa dan sastra Bali sebagai bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia Bali. ​”Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali adalah getah dari pepohonan, darah bagi manusia yang menyusup dan menjadi jiwa bagi kehidupan kita. Ini adalah identitas dan karakter masyarakat Bali yang sangat mulia,” ujar Riana Putra.

Baca Juga :  <strong>Wali Kota Jaya Negara Sembahyang Siwaratri di Pura Agung Jagatnatha Denpasar</strong>

​Ia mengingatkan di tengah arus globalisasi tanpa batas, masyarakat tidak boleh hanya mempelajari bahasa Bali saat ada perlombaan saja. “Jangan hanya belajar saat akan lomba atau mencari juara. Jadilah pelopor di masyarakat. Mari kita bangga menggunakan bahasa Bali dan busana adat Bali dalam keseharian sebagai wujud rasa sayang kita pada warisan leluhur,” ujarnya. (fkb/pas)

Shares: