DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Seiring dengan rencana OJK menghapus KBMI 1, Bank BPD Bali pada triwulan I 2026 telah berhasil mencapai modal inti sebesar Rp5,7 triliun yang mana telah mendekati ketentuan minimal untuk menjadi KBMI 2 yaitu di atas Rp6 triliun. Diharapkan Bank BPD Bali pada 2026 dapat naik kelas menjadi Bank dengan kategori KBMI 2 sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2026.
Pencapaian modal inti tersebut ditopang Setoran Modal dari Pemegang Saham yang mencapai Rp746 miliar serta dampak dari kinerja keuangan Bank yang positif pada triwulan I 2026.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., menyampaikan pencapaian kinerja positif Bank BPD Bali didorong ekspansi kredit yang agresif dan berfokus pada sektor produktif, peningkatan DPK dengan CASA terkendali serta inovasi produk dan layanan digital. โBank BPD Bali secara konsisten menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dalam menjaga kepercayaan publik. Kedepan, Bank BPD Bali akan terus melakukan upaya peningkatan fundamental bisnis, sinergi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis untuk mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan, serta memperkuat keunggulan kompetitif bank,” ujatr Sudharma.
Sudarma menjelaskan, kinerja positif sampai Triwulan I 2026 tercermin dari pertumbuhan aset mencapai Rp42,71 triliun atau tumbuh 8,23 persen secara tahunan (yoy) per Maret 2026. Dalam menjalankan fungsi intermediasi, Bank BPD Bali mencatat penyaluran kredit Rp25,29 triliun atau tumbuh 8,66 persen secara tahunan (yoy). Sedangkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp35,46 triliun atau meningkat 5,36 persen secara tahunan (yoy).
Sudarma mengugkapkan penyaluran kredit didominasi oleh kredit UMKM mencapai 52,09 persen dari total portofolio kredit. Pencapaian ini tidak terlepas dari komitmen Bank BPD Bali dalam mendukung UMKM, yaitu melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah terealisasi mencapai Rp550,9 miliar dan Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp78,41 miliar per Maret 2026.
Selain penyaluran KUR, kata Sudarma, Bank BPD Bali juga mencatat realisasi debitur graduasi dari KUR melalui produk kredit KUSUMA (Kredit Usaha untuk Sejahtera, Unggul & Maju) dengan volume sebesar Rp1,27 triliun. Sehingga capaian tersebut menunjukkan program KUR semakin efektif mendorong pelaku UMKM untuk berkembang dan meningkatkan skala usahanya.
Rasio kredit bermasalah (NPL) gross terjaga pada level rendah yakni 0,84 persen disertai Coverage Ratio yang kuat sebesar 454,52 persen. Kinerja tersebut mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko yang konsisten.
Pertumbuhan DPK ditopang oleh struktur pendanaan yang relatif efisien, tercermin dari rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai 66,13 persen. Hal ini mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus terjaga terhadap layanan Bank BPD Bali.
Selain itu, akselerasi layanan digital juga dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu memperluas aktivitas transaksi nasabah dan mendukung pertumbuhan pendapatan berbasis komisi. Platform digital seperti BPD Bali Mobile dengan 282.677 pengguna per Maret 2026, turut memberikan kontribusi dalam mendorong transaksi serta peningkatan fee based income sebesar 24,18 persen secara year on year (yoy), sehingga memperkuat sumber pendapatan non bunga.
Peningkatan aktivitas transaksi turut memperkuat penghimpunan dana murah berbasis rekening sehingga mendukung efisiensi beban bunga bank. Efisiensi operasional juga tercermin dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang berada di angka 60,12 persen yang menunjukkan kemampuan bank dalam mengendalikan biaya operasional untuk menghasilkan pendapatan operasional.
Dari sisi rentabilitas, Bank BPD Bali menunjukkan kinerja yang baik dilihat dari Rasio Return on Aset (ROA) sebesar 4,31 persen dan Rasio Return on Equity (ROE) sebesar 30,03 persen dan Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 71,32 persen, menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyalurkan kredit.
Melalui inovasi layanan digital, Bank BPD Bali juga melakukan penguatan aspek Teknologi Informasi (TI), pengelolaan keamanan siber serta data privacy yang terus ditingkatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh inovasi layanan di Bank BPD Bali memiliki tingkat keamanan yang baik, seperti pengembangan BPD Bali Mobile, QRIS Tuntas Bank BPD Bali, QRIS Mobile NFC, pengembangan KKI online payment, termasuk juga QRIS Crossborder ke berbagai negara (Thailand, Malaysia, Singapura dan Jepang). Saat ini, Bank BPD Bali juga dalam proses persiapan implementasi QRIS Crossborder Indonesia-Korea Selatan.
Konsistensi dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan kontribusi dalam mendukung peningkatan ekonomi daerah oleh Bank BPD Bali membuahkan pengakuan beberapa penghargaan di tingkat nasional sampai dengan Triwulan I tahun 2026.
Informasi mengenai kinerja keuangan Bank BPD Bali Triwulan I Tahun 2026 adalah cerminan dari kinerja masa lalu. Kinerja masa lalu ini tidak memberikan jaminan pasti atas tercapainya kinerja yang sama, atau lebih baik di masa depan. Perubahan kondisi ekonomi dan industri dapat mempengaruhi hasil yang berbeda. Konsumen dihimbau untuk selalu memahami risiko.
Bank BPD Bali merupakan lembaga keuangan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI), dan merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Untuk rincian lengkap mengenai produk dan layanan, kunjungi situs resmi www.bpdbali.co.id. Nasabah juga dapat berinteraksi melalui kanal media sosial resmi di Instagram (@bankbpdbali), Facebook (Bank BPD Bali), TikTok (@bpdbaliofficial), X (@bpdbaliofficial), serta YouTube (Bank BPD Bali). Untuk layanan bantuan langsung, hubungi BPD Bali Call 1500-844. (pas/r)

