DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar bersama tim TNI/Polri, Satpol PP dan Organda terus mengintensifkan pemantauan melalui Posko Terpadu selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) pergerakan penumpang maupun wisatawan melakukan perjalanan darat menuju Jawa maupun lewat laut ke Nusa Penida, Lembongan, Klunkung.
”Kita melihat data yang ada pergerakan penumpang bus AKAP dari beberapa simpul yang ada di Terminal Ubung dari tanggal 18-26 Desember 2025 tertinggi pada Hari Natal 25 Desember sebanyak 1.807 orang dengan 55 kendaraan. Sementara penumpang yang datang 1.633 penumpang,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, S.E., Senin (29/12/2025).
Sriawan menyampaikan, wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik yang berangkan lewat Pelabuhan Pengumpan Lokal Serangan, Denpasar Selatan menuju Nusa Penida, Lembongan dan sekitarnya terbanyak tanggal 26 Desember 868 penumpang dengan 43 kapal. Penumpang datang dari Nusa Penida dan sekitarnya 855 orang dengan 43 kapal. Penumpang tertinggi kedua tepat pada Hari Natal sebanyak 767 orang dengan 30 kapal.
Sriawan menjelaskan penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Pengumpan Lokal Sanur menuju Nusa Penida, Lembongan dan sekitarnya paling tinggi pada 26 Desember 2025 sebanyak 7.101 penumpang dengan 102 kapal. Sementara wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik yang datang 4.620 orang dengan 99 kapal. Sedangkan penumpang yang menikmati keindahan Nusa Penida dan Lembongan berangkat dari Pelabuhan Sanur pada 27-28 Desember rata-rata 5.800-5.826 penumpang. Meskipun Pelabuhan Pengumpan Serangan dan Sanur masih dikendalikan oleh pusat melalui Pelabuhan Benoa, kami tetap mengantisipasi pergerakan lalu lintas. Selain itu, pihaknya juga memantau keberangkatan penumpang. Wisatawan mancanegara dan domestik menuju objek wisata Nusa Penida dan Lembongan cukup signifikan dibandingkan tahun 2024. Kalau penumpang melalui Pelabuhan Sanur naik 18 persen, dan penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Serangan naik 50 persen. Sedangkan penumpang berangkat dari Terminal Ubung naik 33 persen. ”Ini kita antisipasi bersama Tim Posko Terpadu agar mereka selamat sampai di tempat tujuan. Begitu juga kembali ke rumahnya masing-masing juga selamat,’’ ucapnya.
Sriawan mengungkapkan beberapa simpul tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Di Serangan ada kapal pinisi terhempas gelombang karena cuaca kurang bagus, namun tidak ada korban dan semua penumpang selamat serta sudah ditangani Syahbandar dan Pol Airud. Tapi dari sisi SOP pelayanan Posko Terpadu sudah berjalan dengan baik.
Mengantisipasi membludaknya masyarakat dan wisatawan merayakan malam tahun baru 2026, Sriawan menegaskan pihaknya tetap menyiagakan Posko Terpadu sampai 8 Januari 2026. Tim yang bertugas di Posko Terpadu tersebut mengantisipasi beberapa pusat kegiatan, tertuma melepas malam tahun 2025 menuju tahun 2026 di Catus Pata Catur Muka dan sekitarnya. ”Kami akan mengalihkan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan guna mengindari penumpukan kendaraan menyebabkan arus lalu lintas krodit. Kami akan menempatkan petugas Dinas Perhubungan berkolaborasi dengan Polisi Lalu Lintas Polresta Denpasar, dan Satpol PP Kota Denpasar sehingga Posko Nataru semua bergerak,’’ tandas Sriawan. (pas)

