Nasional

Ny. Putri Koster Dorong Kader Posyandu Bangli Peka dan Proaktif terhadap Persoalan Masyarakat
Diterbitkan: 2 September 2026, 21:55

Aksi Sosial ”Membina dan Berbagi” Sasar 104 Kader Posyandu di Dua Lokasi

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial ”Membina dan Berbagi” di dua lokasi di Kabupaten Bangli, Rabu (2/9/2026).

Selain menyerahkan bantuan kepada 104 kader Posyandu, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat pemahaman kader mengenai transformasi Posyandu yang kini mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Aksi sosial diawali di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut menyasar 50 kader dari enam Posyandu. Kegiatan dilanjutkan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli melibatkan 54 kader dari lima Posyandu.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kader memperoleh bantuan dari Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster berupa 30 kg beras, dua krat telur, dan dua kotak susu. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus menambah semangat para kader yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menekankan peran Posyandu saat ini telah mengalami transformasi. Posyandu tidak lagi hanya berkutat pada pelayanan kesehatan, tetapi mencakup enam bidang SPM, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Memudahkan para kader mengingat enam bidang tersebut, Ny. Putri Koster memperkenalkan singkatan P3K ST, yakni Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kesehatan, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Sejalan dengan perluasan peran tersebut, Ny. Putri Koster mendorong kader Posyandu semakin peka dan proaktif dalam mengenali persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan masing-masing. ”Misalnya, ada warga kesulitan melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat,” ucapnya.

Baca Juga :  Wali Kota Jaya Negara Serahkan Bantuan Rp238 Juta Kepada 16 Korban Kebakaran, Ringankan Beban Warga Terdampak

Khusus pendidikan tinggi, Ny. Putri Koster menginformasikan adanya program 1 Keluarga 1 Sarjana dari Pemerintah Provinsi Bali yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan persyaratan yang berlaku. ”Kalau memenuhi syarat, bisa diarahkan ke program ini,” imbuhnya.

Kepekaan serupa diperlukan terhadap persoalan lain di lingkungan masyarakat. Jika ditemukan persoalan ketenteraman dan ketertiban, seperti kasus pencurian, kader dapat mencatat dan membantu meneruskan informasi tersebut kepada pihak terkait sesuai dengan kewenangannya. Kader Posyandu diharapkan mampu menjadi penghubung antara persoalan yang dihadapi masyarakat dan pelayanan pemerintah yang dibutuhkan.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan aksi sosial ”Membina dan Berbagi” di Kabupaten Bangli. Ia menyebutkan, saat ini terdapat 370 Posyandu tersebar di 68 desa dan empat kelurahan di Kabupaten Bangli.

Menurut Ny. Sariasih Sedana Arta, sosialisasi mengenai transformasi Posyandu perlu terus diintensifkan. Sebab, Posyandu yang sebelumnya lebih dikenal masyarakat sebagai layanan bidang kesehatan kini memiliki cakupan yang jauh lebih luas melalui enam SPM. Ia bersama jajaran TP Posyandu Kabupaten Bangli menyatakan siap mendukung penguatan peran Posyandu tersebut.

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina menekankan pentingnya membangun pemahaman kader Posyandu hingga tingkat banjar. Menurutnya, perluasan cakupan Posyandu menjadi enam SPM akan terasa rumit apabila kader belum memahami posisi dan tugasnya.

Ia menjelaskan, transformasi Posyandu pada prinsipnya bertujuan mendekatkan pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat. Kader diharapkan mampu mengenali dan mendata kebutuhan maupun persoalan masyarakat sehingga dapat diteruskan melalui jalur yang tepat. ”Masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Mari jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar terpadu yang responsif dan berbasis data,” ujarnya.

Baca Juga :  Masa Tanggap Darurat Banjir di Bali Resmi Berakhir, Penanganan Tetap Berlanjut

Anom Agustina mengingatkan kader Posyandu bukan eksekutor seluruh layanan dalam enam SPM. Kader berperan mencatat dan mendata persoalan yang ditemukan di masyarakat, kemudian menyampaikannya kepada kelian banjar untuk diteruskan kepada perbekel hingga jenjang pemerintahan berikutnya sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Melalui aksi sosial ”Membina dan Berbagi”, TP Posyandu Provinsi Bali tidak hanya memberikan apresiasi kepada para kader, tetapi memperkuat pemahaman mengenai peran Posyandu sebagai penghubung antara kebutuhan masyarakat dan pelayanan dasar pemerintah. Dengan kader yang peka, responsif, dan memahami alur koordinasi, transformasi Posyandu diharapkan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (fkb/pas)

Shares: