DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Pasangkepan Agung Pecalang dirangkaikan sosialisasi kasukertan krama di Wantilan Pura Agung Petilan, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi pecalang dalam memperkuat peran menjaga keamanan dan ketertiban berbasis adat di wilayah Desa Adat Kesiman.
Pasangkepan diikuti sekitar 400 pecalang berasal dari 32 banjar di Desa Adat Kesiman. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang diskusi dan koordinasi dalam menjaga kasukertan krama, termasuk penguatan sistem keamanan terpadu berbasis desa adat, serta pembahasan pengelolaan sampah berbasis keluarga.
Walikota Denpasar Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas peran pecalang yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.
Jaya Negara menekankan pentingnya sinergi antara desa adat, pemerintah serta aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah, terlebih menjelang Hari Raya Nyepi tahun ini berdekatan dengan momentum perayaan Idul Fitri. ”Pemerintah Kota Denpasar telah melaksanakan pertemuan dengan Sabha Upadesa terkait pelaksanaan Nyepi. Desa adat dan desa dinas diharapkan dapat melakukan pendekatan dan komunikasi baik, sehingga pelaksanaan Nyepi dan malam takbiran dapat berjalan aman, tertib, dan tetap menjaga makna masing-masing perayaan,” ujar Jaya Negara.
Jaya Negara menyoroti pentingnya penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat keluarga. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengantisipasi rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
Menurutnya, sekitar 60 persen komposisi sampah di Kota Denpasar merupakan sampah organik yang dapat dikelola langsung dari sumbernya melalui pemilahan dan pengolahan sederhana di rumah tangga. Pemkot Denpasar telah menyiapkan berbagai langkah, termasuk pembagian bag komposter kepada masyarakat melalui desa dan kelurahan, serta optimalisasi pengolahan sampah di TPST Kertalangu dengan penambahan kapasitas mesin hingga 100 ton. ”Kami menyiapkan berbagai langkah strategis dalam mendukung program pusat melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau PSEL,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede selaku tokoh masyarakat desa setempat menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pecalang di Desa Adat Kesiman selama ini secara tulus ngayah menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah banjar maupun desa adat.
Ngurah Gede mengajak seluruh masyarakat mendukung program pengelolaan sampah berbasis keluarga sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan Kota Denpasar. ”Dengan adanya rencana penutupan TPA Suwung, mari kita tingkatkan kesadaran bersama untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga dan mendukung program pengelolaan sampah yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Denpasar,” ujarnya.
Manggala Utama Pasikian Pecalang Bali, Dewa Bagus Made Suharya menambahkan pecalang memiliki peran penting sebagai ujung tombak desa adat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, pecalang tidak hanya bertugas mengamankan pelaksanaan upacara adat dan keagamaan, tetapi juga berperan dalam mengatur lalu lintas di wilayah adat, mencegah gangguan sosial, serta menjalin koordinasi dengan aparat keamanan negara. ”Pecalang merupakan garda terdepan di lingkungan masyarakat adat. Karena itu, profesionalitas, komunikasi, dan sinergi dengan aparat keamanan serta masyarakat harus terus ditingkatkan,” ujarnya. (pas)

