DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar terus mendorong penguatan gerakan koperasi melalui pendampingan coop space menyasar Koperasi Pegawai Negeri (KPN) dan Koperasi Mahasiswa (Kopma) fokus pada revitalisasi koperasi agar mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi perkotaan.
Hal tersebut diungkapkan Pj. Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya saat menjadi narasumber pada Revitalisasi KPN yang digelar di Universitas Terbuka Denpasar, Jumat (5/12/2025).
Eddy Mulya mengatakan revitalisasi koperasi merupakan kebutuhan mendesak seiring pesatnya pertumbuhan usaha sejenis di wilayah perkotaan. Koperasi di Denpasar harus melakukan percepatan transformasi agar memiliki daya saing yang kuat dan mampu memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. ”Gerakan revitalisasi perkotaan menjadi tuntutan utama. Di Kota Denpasar, usaha sejenis ikut tumbuh, jika ingin gerakan koperasi memiliki daya saing kompetitif dan benar-benar memberi makna bagi pertumbuhan ekonomi, logikanya koperasi harus melakukan revitalisasi,” ujarnya.
Eddy Mulya menjelaskan langkah revitalisasi dimulai dari penguatan KPN dan Kopma, termasuk mendorong koperasi mahasiswa sebagai contoh bagi gerakan koperasi milenial. Hal ini penting sebagai proses alih generasi dalam tata kelola koperasi. ”Di Kota Denpasar revitalisasi menjadi urgensi, karena SDM dan fasilitas memadai. Jika salah satu syarat revitalisasi bergerak menuju koperasi full digital dan less paper, maka Denpasar harus mampu memenuhi itu agar layanan koperasi benar-benar cepat, mudah, transparan, akuntabel, dan profesional,” jelasnya.
Ia menambahkan revitalisasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan SHU, tetapi menjaga marwah koperasi agar layak tumbuh dan bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Ia menilai unit simpan pinjam, KPN memiliki potensi pengembangan usaha lain, seperti penyediaan makanan dan minuman, alat tulis, hingga peluang keterhubungan dengan bahan ajar serta kebutuhan peserta didik. ”Kami berharap ada satu atau dua KPN bisa menjadi role model, sehingga kita bisa lebih banyak mendengarkan cerita baik dari gerakan koperasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Dewa Made Agung mengatakan pendampingan ini memperkuat pemahaman koperasi serta mendorong percepatan inovasi, tidak hanya bagi koperasi yang sudah berkembang tetapi juga KPN dan Kopma. ”Tujuan yang ingin dicapai pemahaman koperasi secara umum. Pj. Sekda telah menjelaskan KPN dan Kopma didorong melakukan revitalisasi. Inovasi harus dilakukan, tidak hanya koperasi yang sudah eksis, tetapi juga KPN,” ungkapnya.
Dewa Agung menyampaikan gaung Kopma mulai kembali menguat, dan Pemkot Denpasar telah menyiapkan wadah Gerakan Generasi Koperasi sebagai mengenalkan koperasi kepada anak muda melalui duta koperasi. ”Kami memiliki Generasi Koperasi sebagai wadah bagi anak-anak muda memberikan pemahaman tentang koperasi dan menyampaikan informasi kepada generasi milenial. Sehingga keterlibatan anak muda dalam berkoperasi semakin kuat,” paparnya.
Ia menekankan pentingnya Coop Creative Hub sebagai ruang kolaborasi antarkoperasi untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas. ”Coop Creative Hub menjadi wadah komunikasi seperti hub di sektor swasta, tempat koperasi bisa menggali permasalahan, mencari solusi, dan mengembangkan kreativitas,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas KPN dan Kopma, sekaligus mempercepat hadirnya koperasi yang modern, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi perkotaan. (pas)

