LABUANBAJO, FORUMKEADILANBali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Regional Bali, NTB, NTT (KR-BNN) bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur NTT Melki Laka Lena di ITDC The Golo Mori Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/1/2026).
Kerja sama ini merupakan komitmen bersama untuk memperkuat persaudaraan kawasan Sunda Kecil dan membuka babak baru pembangunan Indonesia Timur. PKS KR-BNN difokuskan pada lima bidang strategis yakni konektivitas transportasi, pariwisata dan ekonomi kreatif, energi terbarukan, perdagangan dan ekspor, serta integrasi perencanaan pembangunan.
Langkah strategis ini bukan sekadar formalitas birokrasi, tetapi tekad kolektif meruntuhkan sekat isolasi dan membangun jembatan kolaborasi antarwilayah.
Gubernur Bali Wayan Koster dalam kesempatan itu menyampaikan Bali, NTB dan NTT sekarang telah berdiri dengan undang-undang masing-masing. Tapi spirit historisnya tetap terbangun. Spirit regionalnya yaitu Bali, NTB dan NTT merupakan satu kesatuan negara RI meskipun tidak dalam satu undang-undang lagi. “Kita bisa membangun satu wilayah bersifat regional. Jadi kita harus berpandangan ke depan bahwa kita nggak bisa maju sendiri, kita harus maju bersama. Kita tidak menutup diri dengan yang lain tapi kita harus memulai dengan kekuatan tiga provinsi ini dulu,” kata Gubernur Bali dua periode ini.
Menurut Koster, kekuatan tiga wilayah regional ini harus bisa membangun Sunda Kecil dengan spirit besar membawa tujuan besar bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. “Supaya kita tidak lagi disebut Sunda Kecil terus, tapi Sunda dengan spirit besar membawa tujuan yang besar untuk negara Indonesia,” kata Koster.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, kehadiran tiga pemerintah daerah di tempat ini menyalakan kembali api persaudaraan Sunda Kecil yang telah dihidupkan kembali di Bali pada Oktober 2025. Dilanjutkan penandatanganan MOU KRBNN di Mandalika di sirkuit Mandalika. ”Kami keliling, terima kasih Pak Gubernur Bali dan Gubernur NTB mengajak kita untuk mengenal destinasinya dengan baik dan itu semua memang injourney punya peranan semua tepuk tangan dulu buat ITDC ini. Kita lanjutkan kembali pertemuan di Labuan Bajo di Golo Mori ini untuk menghidupkan kembali komitmen dan kerja politik, ekonomi dan kebudayaan yang sudah nyata di masa lalu dan bisa kita bangun kembali untuk saat ini maupun ke depan,” jelas Laka Lena.
Laka Lena mengatakan, bagi tiga daerah di kawasan Sunda Kecil adalah kakak beradik dan kemajuan Bali, NTB, dan NTT merupakan suatu kesatuan geokultural yang saling melengkapi dan saling menguatkan.
Sementara Gubernur NTB Lalu Muhamad Igbal menambahkan hal menarik dari kerjasama KRBNN adalah tentang keragaman. “Kita tidak disatukan karena kita sama. justru kita bersatu karena kita berbeda. di Bali pada pertemuan pertama, pertemuan dimulai dengan doa secara Hindu. di Lombok doa secara Muslim, hari ini dipimpin secara Katolik. Disitulah indahnya keberagaman dan dari keberagaman itu kita saling mengisi ada complementarity disitu,” jelasnya.
Muhamad Igbal meyakini kelebihan yang dimiliki Bali mungkin tidak dimiliki oleh NTB, Begitu juga kelebihan dimiliki NTB mungkin tidak dimiliki NTT, dan kelebihan dimiliki NTT juga mungkin tidak dimiliki dua provinsi lainnya. “Kita berbeda itu, maka kita punya kesempatan bekerja sama dan saling mengisi kekurangan masing masing,” katanya.
Dalam kesempatan ini, tiga gubernur beserta jajaran juga menyuarakan slogan “Ayo bangun Bali, Ayo bangun NTB, ayo bangun NTT. (fkb/pas)

