Nasional

Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Jadi Fokus Gathering Pariwisata ”Rejuvenate Sanur”
Diterbitkan: 28 Maret 2026, 21:52

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com –  Pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi isu utama dibahas dalam Gathering pariwisata bertajuk ”Rejuvenate Sanur”, Sinergi Membangun Pariwisata Denpasar  diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar, di Hotel Prama Sanur, Sabtu (28/3/2026).

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara sebagai narasumber utama memaparkan percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar. Selain itu, hadir akademisi Prof. Ir. A.A.P Agung Suryawan Wiranatha menyampaikan materi terkait program keberlanjutan pariwisata Sanur serta penanganan isu sampah.

Acara ini dihadiri Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Anggota DPRD Provinsi Bali A.A Gede Agung Sayoga, S.H., M.Kn., Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar Ir. I Wayan Maryana Wandhira, Wak Ketua II DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, anggota DPRD Kota Denpasar A.A Gede Putra Arie Wangsa,  Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adhi Merta dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Denpasar.

Walikota Jaya Negara menerima plakat penghargaan dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar dan PHRI Kota Denpasar sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kontribusi, serta pemikirannya dalam mendukung pembangunan pariwisata Kota Denpasar.

Walikota Jaya Negara menegaskan pengembangan kawasan Sanur sebagai destinasi unggulan tidak terlepas dari tantangan lingkungan, khususnya peningkatan timbulan sampah yang berasal dari aktivitas sektor Horeka (hotel, restoran, dan kafe). Karena pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi kunci. ”Kita harus menyasar pelaku usaha Horeka, karena memiliki peran besar menghasilkan sekaligus mengelola sampah. Gathering ini menjadi momentum untuk sosialisasi sekaligus membangun komitmen bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar bersama BPPD Kota Denpasar terus mendorong agar pengelolaan sampah dapat diselesaikan di sumbernya. Di kawasan Sanur, beberapa wilayah seperti Sanur Kaja mampu menyelesaikan persoalan sampah di tempat tanpa harus dibawa ke TPA. Sementara itu, di Sanur Kauh tengah dikembangkan fasilitas pengolahan sampah dengan dukungan mesin dari Pemerintah Provinsi Bali. ”Kami harapankan kawasan Sanur dapat mandiri mengelola sampah, sehingga mampu mendukung pariwisata bersih dan berkelanjutan,” harapnya.

Baca Juga :  Kabupaten Badung Masuk Nomine Terbaik Penyelenggaraan PTSP dan PPB

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti menjelaskan pembangunan pariwisata Kota Denpasar diarahkan pada prinsip keberlanjutan dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar memiliki peran strategis sebagai barometer pembangunan, termasuk dalam sektor pariwisata. Kawasan Sanur menjadi salah satu destinasi unggulan terus dikembangkan melalui penataan kawasan dan peningkatan kualitas destinasi.

Ia mengungkapkan sebagai sektor berinteraksi langsung dengan wisatawan dan menghasilkan sampah dalam jumlah besar. ”Horeka memiliki peran strategis dalam implementasi pengelolaan sampah berbasis sumber. Mulai dari pemilahan, pengurangan plastik sekali pakai hingga pengolahan sampah organik,” jelasnya.

Riyastiti menambahkan pengelolaan sampah berbasis sumber bukan hanya terkait kebijakan penutupan TPA Suwung. Tetapi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kualitas kehidupan di masa depan. ”Kegiatan ini menjadi momentum mendorong kolaborasi seluruh stakeholder pariwisata dalam mewujudkan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai bagian dari transformasi menuju pariwisata Denpasar yang regeneratif, berkualitas, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Riyastiti menyampaikan, Pemerintah Kota Denpasar terus melakukan penataan kawasan pariwisata Sanur sebagai bagian dari upaya peremajaan (rejuvenation) destinasi agar tetap berdaya saing. Namun, upaya tersebut harus diimbangi dengan penanganan sampah yang terintegrasi dan melibatkan seluruh pihak.

Dijelaskan, gathering pariwisata diikuti 90 peserta terdiri dari tokoh masyarakat Sanur, asosiasi dan pelaku usaha pariwisata, desa adat dan pengelola kawasan wisata, akademisi, komunitas lingkungan, serta perangkat daerah terkait.

Ketua BPPD Kota Denpasar, I.B Gede Agung Sidharta mengatakan sebagian besar hotel besar di Sanur telah menerapkan sistem pengelolaan limbah secara baik dan berkelanjutan. ”Di hotel-hotel sudah ada pengelolaan limbah yang terstruktur, mulai dari limbah dapur, limbah cair, hingga limbah B3. Bahkan minyak jelantah pun sudah dikelola oleh pihak ketiga,” paparnya.

Baca Juga :  Rumah Warga Kusamba Terendam Banjir, 104 KK Dievakuasi di Balai Banjar Hingga Kantor Desa

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, ia berharapk pengelolaan sampah berbasis sumber dapat berjalan optimal dan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pariwisata Kota Denpasar yang bersih, berkualitas, dan berkelanjutan. (pas)

Shares: