Nasional

Penyalaan Api Suci Buka Gelaran Denfest Ke-18, Momentum Mulat Sarira Jadi Model Festival Olah Sampah Mandiri dan Kuatkan UMKM Lokal
Diterbitkan: 20 Desember 2025, 20:21

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com –Gelaran tahunan bertajuk Denpasar Festival (Denfest) ke-18 kembali gelar. Penyalaan api suci dalam balutan inaugurasi pembukaan oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede menjadi penanda dibukanya event berkonsep street festival di kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran dan Monumen Puputan Badung, Denpasar, Sabtu (20/12/2025).

Festival ini menjadi wahana ”Mulat Sarira”, jadi model featival dengan pengolahan sampah mandiri, memperkuat budaya serta berdayakan UMKM lokal. Mengusung tema Mulat Sarira, Hening Jiwa, Eling Rasa, rangkaian pembukaan festival yang akan berlangsung dari 20-23 Desember ini diawali penampilan Tri Utami dan Dewa Budjana. Dilanjutkan sajian apik inaugurasi berlatar Monumen Puputan Badung. Dalam kemasan acara hikmad dan khusuk, garapan ini diiringi alunan musik dan gerakan tari yang digarap Palawara Musik Company. Mengangkat pesan sastra Cokorda Mantuk Ring Rana, dalam relevansinya dengan kebangkitan kesadaran serta penyiapan kota yang layak dan berjati diri, bagi generasi ke generasi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPD RI Perwakilan Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Forkopimda Kota Denpasar, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoha Adi Putra, I Wayan Mariyana Wandhira dan Made Oka Cahyadi Wiguna, Pj. Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, Ketua TP. PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan pelaksanaan Denfest sebagai festival rakyat merupakan upaya Pemkot Denpasar menghadirkan hiburan serta menjadi puncak apresiasi bagi UMKM di Kota Denpasar. Dari serangkaian panjang proses pembinaan dan pengembangan UMKM, diharapkan Denfest mampu menjadi wahana promosi pelaku usaha dan perajin Denpasar untuk lebih dikenal masyarakat. ”Harapan kami secara berkesinambungan Denfest menjadi wahana kreatifitas di berbagai bidang, mulai dari seni, ekraf, teknologi, desain, modeling dan lain sebagainya yang mampu meningkatkan daya saing dan mendukung kemajuan ekonomi di Kota Denpasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Jajaki Kerjasama Berbagai Sektor, Duta Besar Botswana Kunjungi Kota Denpasar

Jaya Negara menjelaskan secara umum Mulat Sarira bermakna sebagai introspeksi diri. Sejalan dengan usia Denfest ke-18, memasuki pintu gerbang kedewasaan ditandai tumbuhnya kesadaran, rasa eling dan mawas diri. Denfest dihadirkan di tengah masyarakat sebagai sebuah ruang kota dengan jati diri yang lekat dengan nilai tradisi, budaya, dan semangat Vasudhaiva Kutumbhakam, yakni menyama braya.

Berkaitan pencanangan Denfest ke-18 sebagai role model Festival Zero Waste, Jaya Negara menekankan Pemerintah Kota Denpasar menggandeng 18 komunitas lingkungan akan ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan Denfest ke-18 ini. Seluruh sampah yang dihasilkan selama pelaksanaan festival akan dipilah dan dikelola langsung di lokasi, termasuk pengolahan menjadi eco enzyme serta pemanfaatan mesin pengepresan plastik untuk sampah anorganik. “Sampah yang dihasilkan dalam Denfest akan diolah dan dibersihkan langsung di arena Denfest. Sehingga sampahnya tidak keluar dan selesai di sumber (hulu),” jelasnya.

Jaya Negara mengungkapkan sejumlah komunitas pemerhati dan pencinta lingkungan turut dilibatkan sebagai volunteer, tidak hanya membantu proses pengelolaan sampah, tetapi juga mengedukasi pengunjung mengenai praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Melalui upaya ini, Denpasar Festival diharapkan menjadi event percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Denpasar. ”Kta akan memberikan reward bagi pengunjung atau masyarakat yang mamu membuang sampah sesuai dengan tempatnya,” ucapnya.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar Luh Putu Ryastiti mengatakan sebagai salah satu festival yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui sinergi ekonomi kreatif, Denfest ke-18 melibatkan sebanyak 174 pelaku UMKM yang telah lolos seleksi dan kurasi. Diantaranya produk kuliner dan kopi, kerajinan, aneka sandang, industri logam, fesyen, kriya, dan juga agro.

Ryastiti mengatakan ratusan UMKM tersebut akan tersebar di 3 zona pelaksanaan di sekitar kawasan Catur Muka. Zona pertama lapangan meliputi Lapangan Puputan dan Wantilan Museum Bali. Zona ini mencakup ragam acara diantaranya Inaugurasi pembukaan, panggung musik, panggung budaya, serta juga diperuntukkan untuk UMKM dari kategori kuliner kekinian. Wantilan Museum Bali akan menjadi lokasi pelaksanaan workshop dan lomba fotografi.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Berkolaborasi Dengan Yayasan Bina Ilmu Korea Selatan Bantu Perlengkapan Sekolah Anak Yatim Piatu

Zona kedua, zona Gajah Mada, yakni Patung Catur Muka dan juga sepanjang Jalan Gajah Mada bagian barat. Zona ini diperuntukkan bagi stand UMKM kuliner heritage dan kopi, dan khusus di Patung Catur Muka akan menjadi arena bagi gelaran fashion show dan cosplay walk parade. Zona terakhir adalah zona Jalan Veteran, yang akan diperuntukkan bagi stand UMKM fashion, kriya, dan agro.

Selain itu, pelaksanaan kali ini berbagai pementasan diwadahi panggung musik di bagian utara timur dan panggung budaya di bagian selatan. Festival ini didukung 30 grup musik dan 16 penampilan budaya yang akan memeriahkan penyelenggaraan Denpasar Festival ke-18 selama 4 hari. “Denfest milik publik. Denfest bentuk komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang didukung oleh semua pihak untuk berkontribusi menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas di era modernisasi saat ini,” paparnya. (pas)

Shares: