Nasional

Percikan Tirta, Walikota Jaya Negara Resmi Tutup Kasanga Festival 2026, Apresiasi Kreativitas Yowana Denpasar
Diterbitkan: 9 Maret 2026, 20:47

DENPASAR. FORUMKEADILANBali.com –  Kasanga Festival 2026 berlangsung sejak 6 Maret 2026 resmi ditutup Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Minggu (8/3/2026) di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung.

Penutupan festival menjadi rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi tersebut ditandai secara simbolis dengan prosesi pemercikan tirta oleh Walikota Jaya Negara. Acara penutupan dihadiri Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, serta undangan lainnya.

Walikota Jaya Negara juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba serangkaian Kasanga Festival 2026, termasuk 6 Ogoh-ogoh besar terbaik dari 16 besar ogoh-ogoh yang sebelumnya telah lolos seleksi tingkat kota.

Pemenang lomba Ogoh-ogoh Besar yakni, juara I diraih ST Taruna Dharma Castra Banjar Tengah Sidakarya. Juara II disabet ST Sukarela Banjar Kepisah Pedungan, juara III diperoleh ST Swadharmita Banjar Ceramcam Kesiman.

Sementara harapan I direbut ST Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur, harapan II diraih ST Swastika Banjar Pekambingan Dauh Puri, dan harapan III diduduki ST Mekar Sari Banjar Kesambi Kesiman Kertalangu. Selain itu, penghargaan juga diberikan untuk berbagai kategori lomba lainnya seperti sketsa Ogoh-ogoh, Ogoh-ogoh mini mesin, serta Ogoh-ogoh Mini non mesin. Sementara juara Favorit Ogoh-ogoh Besar Kasanga Festival 2026 diraih ST Cantika Banjar Sedana Mertha Ubung.

Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh peserta serta kreativitas generasi muda Denpasar telah berpartisipasi dalam festival ini.

Menurutnya, Kasanga Festival bukan sekadar kompetisi seni, melainkan ruang ekspresi bagi para kreator ogoh-ogoh untuk menampilkan karya terbaik. ”Kasanga Festival ini menjadi wadah interaksi dan komunikasi antar generasi, sekaligus memperkuat keberlanjutan agama, adat, dan budaya Bali. Antusiasme masyarakat yang luar biasa menunjukkan betapa pentingnya menjaga tradisi sebagai bagian dari identitas budaya Kota Denpasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Buka Rembug Paripurna Daerah KTNA Badung 2023

Jaya Negara menegaskan Kasanga Festival merupakan wahana kreativitas tanpa batas bagi yowana Denpasar yang bernafaskan nilai Vasudhaiva Kutumbakam, yakni semangat persaudaraan universal. ”Kegiatan ini memberikan ruang bagi kreator ogoh-ogoh berkompetisi secara produktif. Ke depan, Kasanga Festival diharapkan terus memberi kontribusi terhadap pembangunan Kota Denpasar,” harapnya.

Jaya Negara menilai Kasanga Festival memiliki peran strategis untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena menjadi sarana interaksi sekaligus ruang tumbuhnya kreativitas generasi muda dalam menjaga keberlanjutan agama, adat, dan budaya Bali.

Sementara itu, Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana menjelaskan Kasanga Festival tahun ini menghadirkan 16 ogoh-ogoh terbaik karya Seka Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar, yang sebelumnya diseleksi dari 223 peserta STT. Selain itu, festival juga diramaikan ogoh-ogoh TK/PAUD, karya ogoh-ogoh mini,  lomba sketsa ogoh-ogoh, lomba tapel,  lomba barong, serta lomba baleganjur ogoh-ogoh.

Menurut Gung Angga, Kasanga Festival tetap berpedoman pada spirit Vasudhaiva Kutumbakam, yang mempertemukan berbagai kreativitas masyarakat Denpasar dalam satu ruang ekspresi budaya menjelang Hari Suci Nyepi. ”Tahun ini kami menghadirkan skema baru, yakni pengolahan sampah festival berbasis sumber melalui sistem waste management yang bekerja sama dengan komunitas. Selain itu, format penilaian juga dikemas melalui pawai atau peed ogoh-ogoh,” jelasnya.

Ia berharap Kasanga Festival dapat terus menjadi ruang kolaborasi seni budaya Bali yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk melalui pemanfaatan teknologi serta kesadaran pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Dalam perhelatan tahun ini, sebanyak 16 ogoh-ogoh terbaik juga mendapatkan uang pembinaan Rp30 juta untuk masing-masing seka teruna. Mereka mengikuti pawai atau peed untuk memperebutkan juara utama dengan total hadiah puluhan juta rupiah. (pas)

Baca Juga :  Gubernur Koster Perkokoh Semangat Ideologi Pancasila
Shares: