Nasional

Peringati HUT Ke-822, Pemkab Bangli dan FPRB Lestarikan Alam Lewat Aksi Tanam 150 Pohon
Diterbitkan: 13 Mei 2026, 20:40 | Diperbarui: 13 Mei 2026, 20:41

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-822 Kabupaten Bangli, Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Pura Dalem Buungan, Kecamatan Susut, Rabu (13/5/2026).

Aksi ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan risiko bencana alam di wilayah yang memiliki banyak aliran sungai dan daerah rawan longsor. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar didampingi Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Camat Susut, BPBD Kabupaten Bangli, jajaran Polsek Susut, Danramil Susut, Perbekel Desa Tiga, Babinsa Desa Tiga, tokoh adat Jro Mangku Desa Buungan, Kelihan Desa Buungan, dan warga sekitar.

Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin menjelaskan 150 pohon ditanam di lokasi tersebut beragam jenis tanaman. Mulai dari jenis tanaman pelindung seperti majegau dan Ketapang. Selain tanaman buah bernilai ekonomi seperti nangka dan alpukat. Pemilihan lokasi di Pura Dalem Buungan bukan tanpa alasan, mengingat kawasan ini berdekatan dengan aliran sungai dan masuk dalam kategori wilayah rawan bencana. Sehingga penanaman pohon diharapkan dapat memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem. FPRB berkomitmen terus bersatu dan bergerak bersama menjaga alam dan lingkungan sebagai wujud rasa cinta kepada bumi pertiwi. ”Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bangli dan seluruh pihak mendukung setiap langkah kami. Baik dalam kegiatan penanaman pohon ini maupun program sosialisasi pengurangan risiko bencana ke masyarakat dan sekolah-sekolah se-Kabupaten Bangli,” ujar Wiwin.

Menurutnya, prioritas utama program penanaman pohon FPRB adalah wilayah-wilayah memiliki aliran sungai serta daerah rawan bencana. Langkah ini sejalan dengan tujuan jangka panjang untuk mencegah kerusakan lingkungan sekaligus meminimalkan dampak bencana yang dapat merugikan masyarakat luas.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta - Wabup Suiasa Mengucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan

Sementara itu, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan aksi nyata dilakukan FPRB. Ia menegaskan, kegiatan reboisasi atau penanaman pohon ini memiliki makna lebih dalam, bukan sekadar menambah jumlah pepohonan, melainkan mengembalikan fungsi ekosistem secara menyeluruh. ”Pohon berfungsi sebagai penyaring air alami dan pengendali iklim. Jika ekosistem terjaga dengan baik, maka ketersediaan air bersih terjamin dan suhu lingkungan tetap seimbang, sehingga risiko bencana seperti banjir atau kekeringan dapat ditekan,” jelas Diar.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan memicu semangat organisasi masyarakat, pemuda, dan seluruh warga Bangli semakin mencintai lingkungan serta turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam. ”Mari kita jaga warisan alam ini bersama-sama, agar Kabupaten Bangli tetap asri, aman, dan lestari untuk generasi mendatang,” ucapnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan HUT ke-822 Kota Bangli, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi. Tetapi menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat. (pas)

Shares: