Nasional

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Adi Arnawa Dorong Kolaborasi Perumda MGS dan Food Station Jakarta
Diterbitkan: 5 Februari 2026, 16:40

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa selaku kuasa pemilik modal menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) dengan BUMD Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya. Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan beras, pemanfaatan sarana produksi, serta pengembangan bisnis pangan di Kabupaten Badung. Acara tersebut berlangsung di Kantor Unit Pengelolaan Pangan, Rice Milling Unit (RMU) Perumda Pasar dan Pangan MGS, Kamis (5/2/2026).

Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran direksi Perumda MGS atas langkah strategis ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada PT Food Station Tjipinang Jaya atas kesediaannya berkolaborasi dalam memperkuat ekosistem pangan daerah. Kerjasama ini langkah konkret memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga di Badung. Dengan dukungan teknologi dan jaringan dari Food Station Jakarta, Diharapkan RMU bisa beroperasi lebih maksimal untuk kesejahteraan petani lokal. Sinergi ini diharapkan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi mampu menciptakan efisiensi rantai pasok pangan yang berdampak langsung pada masyarakat luas.

Ia berharap ke depan Direktur Utama Perumda Pasar dapat berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan menyampaikan kepada para petani terkait produk-produk apa saja yang paling dibutuhkan di pasaran. Di satu sisi dapat menjaga ketersediaan pangan dalam rangka pengendalian inflasi daerah. Di sisi lain memastikan produk yang dihasilkan petani benar-benar diminati pasar. ”Saya sebagai KPM akan memberikan dukungan penuh, terlebih dalam rangka menjaga ketersediaan pangan,” jelasnya.

Direktur Utama PT. Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo dalam sambutannya menyampaikan kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas pasar Food Station Jakarta ke Bali, khususnya Kabupaten Badung. Menurutnya, sebagai daerah pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, Kabupaten Badung merupakan pasar yang sangat potensial. Itu market yang dimiliki dan ingin dikembangkan bersama Perumda Pasar dan Pangan MGS. ”Kami sebagai BUMD pangan di DKJ, khususnya di bidang protein nabati, mengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dengan mutasi keluar masuk beras sekitar 2.000 hingga 3.000 ton per hari. Kebutuhan berasnya sangat besar. Sementara kami tidak memiliki lahan sawah yang luas, hanya sekitar 300–400 hektare. Melalui kolaborasi ini, kami ingin melebarkan suplai, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal,” ujarnya didampingi jajaran Direksi Food Station Tjipinang Jaya.

Baca Juga :  PTPS Mesti Mampu Libatkan Masyarakat Sebagai Relawan Pengawas Pemilu

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan MGS, Kompiang Gede Pasek Wedha menyampaikan penandatanganan kerjasama ini merupakan langkah awal dalam upaya menjaga ketahanan dan pemenuhan kebutuhan pangan di Provinsi Jakarta dan Kabupaten Badung.

Ia mengatakan pihaknya akan berkolaborasi sesama BUMD, khususnya BUMD pangan, membangun ketahanan pangan, tidak hanya di Bali, tetapi ke depan di tingkat nasional. Perumda MGS memiliki RMU, sementara Food Station Tjipinang memiliki market di Bali. ”Sangat baik jika market tersebut dapat kita kolaborasikan. Harapannya, kita bisa sama-sama berkembang dan menguasai pasar di Bali. Kerjasama ini diharapkan tidak terbatas pada beras saja, mengingat Food Station juga memproduksi minyak, gula, dan saat ini telah memproduksi susu,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Badung I Made Ponda Wirawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung IB Gede Arjana, para kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Direktur Umum Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung I Made Anjol Wiguna, serta jajaran Badan Pengawas dan pegawai Perumda MGS. (fkb/pas)

Shares: