Nasional

Ratusan Peserta dari 10 Negara Hadiri Rakernas  ASBF 2026, Gubernur Koster Harap Dongkrak UMKM Bali
Diterbitkan: 24 April 2026, 10:59 | Diperbarui: 24 April 2026, 11:00

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut baik dipilihnya Bali sebagai lokasi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Denpasar, Bali.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster disela-sela acara gala dinner Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Prama Hotel Sanur, Denpasar pada Kamis (23/4/2026).

Gubernur Koster menegaskan komitmennya mendukung forum yang memperkuat UMKM, ekonomi lokal, dan pariwisata berkualitas. Ia menyampaikan apresiasi kepada ASBF atas penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional ASBF Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Provinsi Bali. ”Kami harapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan UMKM di Bali,” harapnya.

Gubernur Koster mengatakan penyelenggaraan Rakernas ASBF dan Conference menghadirkan hampir 150-an peserta dari 10 negara ini berimbas dengan meningkatnya hunian hotel dan perekonomian masyarakat Bali. ”Saya tanya kepada pihak hotel, ternyata hunian mencapai 85%. Ini sangat bagus, berdampak positif bagi pariwisata Bali,” ujarnya.

Gubernur Koster didampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengungkapkan jika Bali wilayahnya kecil, hanya 5.590 meter persegi dengan jumlah penduduknya hanya 4.4 juta orang. Karena pertumbuhan penduduk asli Bali kian menurun setiap tahun akibat dari program KB 2 anak digencarkan pemerintah pusat. ”Pertumbuhan penduduk asli Bali saat ini menurun, karena dulu kita bangga akan pencapaian prestasi KB 2 anak. Namun dibalik itu, nama anak ketiga dan keempat yakni Nyoman dan Ketut semakin sedikit. Padahal di Bali harus melestarikan itu untuk menjaga budaya kita,” terang Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini.

Ia mamaprkan Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang menggencarkan program insentif untuk anak ketiga dan keempat (khususnya diberi nama Nyoman/Komang dan Ketut) sebagai respons terhadap menurunnya laju pertumbuhan penduduk asli Bali dan kekhawatiran hilangnya tradisi penamaan tersebut. Hal ini untuk menjaga keberlanjutan demografi lokal yang pertumbuhannya melambat, dengan fokus pelestarian budaya. ”Pariwisata Bali berakar pada budaya. Kita harus merawat budaya, menjaga budaya itu dengan baik. Karena budaya menjadi penggerak berbagai aspek di Bali. Ini yang membuat Bali menjadi destinasi wisata dunia hingga saat ini. Bali beda dari daerah lain karena budayanya, untuk itu budaya Bali harus benar-benar Kita jaga dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Serahkan Bantuan Rp3,4 Miliar Korban Banjir, Gubernur Koster: Warga Harus Tetap Sehat dan Kuat

Gubernur Koster menambahkan, Bali saat ini masih bergantung dari sektor pariwisata. Sepanjang pariwisata dijaga dengan baik maka ekonomi masyarakat Bali akan berjalan dengan baik juga. Karena itu, penguatan UMKM menjadi penting sebagai penopang ekonomi alternatif sekaligus penguat rantai pasok pariwisata itu sendiri.

Gubernur Koster menjelaskan pertumbuhan ekonomi Bali saat ini sebesar 5,82 persen. Tingkat kemiskinan 3,42 persen. Tingkat pengangguran 1,45 persen, menjadikannya salah satu yang terendah di Indonesia. Angka harapan hidup di Bali 75,44 tahun, dan Indeks pembangunan manusia mencapai 79,5. ”Ini harus dijaga dengan baik di Bali agar perkembangnan di Bali tetap kondusif. Kedepan bisa dikelola semakin baik dan kita harus kerja keras,” imbuhnya.

Perekonomian Bali, kata Koster, tengah ditata dengan konsep transformasi ekonomi Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, berfokus pada pembangunan hijau, berkelanjutan, dan berakar pada budaya lokal untuk menciptakan Bali era baru yang berdikari. ”Kami mendorong transformasi ekonomi melalui ekonomi kerthi bali dengan 6 sektor yakni Sektor Pertanian, Sektor Kelautan dan Perikanan , Sektor Manufaktur dan Industri Berbasis Budaya Bali. Sektor Industri Kecil Menengah (IKM), UMKM, dan Koperasi. Sektor Pariwisata serta Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital,” terangnya.

Melalui Rakernas ASBF, Koster berharap akan lahir berbagai gagasan, kerja sama konkret, dan inovasi yang mampu memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses pasar internasional serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. ”Semoga acara ini berjalan dengan lancar dan sukses serta selalu ingat Bali agar bisa kembali lagi ke Bali. Jangan lupa nanti bisa juga berkunjung ke Pameran IKM Bali Bangkit di Art Center, disana Kita pamerkan produk UMKM asli Bali,” ucapnya.

Baca Juga :  Ny. Antari Jaya Negara Hadiri Beauty Fest Miracle Ultimate Denpasar

Sementara itu, Presiden ASBF Indonesia, Peng Suyoto menyampaikan Rakernas menjadi momentum penting konsolidasi organisasi, memperkuat arah program kerja, dan menyelaraskan strategi pengembangan UMKM di tingkat nasional hingga global. Melalui forum ini, ASBF menegaskan komitmen membangun ekosistem bisnis kecil yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing.

Ia menjelaskan ASBF merupakan platform kolaborasi yang menghubungkan pelaku usaha tidak hanya nasional tetapi juga Asia. Acara ini fokus pada penguatan ekosistem UMKM melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi global untuk memperluas akses pasar serta embangun kemitraan berkelanjutan (sustainable partnerships).

Acara ini dihadiri President ASBF, Mosaddak Ahmed Chowdhury Chairman ASBF, Hermawan Kartajaya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubu. (fkb/pas)

Shares: