BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod menunjukan hasil signifikan, berdasarkan hasil pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Badung untuk skenario penerapan rekayasa lalu lintas satu arah, diperoleh kinerja jaringan sebagai berikut, waktu tempuh rata-rata sebelum rekayasa lalu lintas sekitar 19,8 menit.
Setelah rekayasa lalu lintas turun menjadi 4,93 menit. Selain itu, kecepatan rata-rata sebelum rekayasa lalu lintas 7,35 km/jam, sedangkan setelah kecepatan rata-rata naik menjadi 39,9 km/jam.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa ditemui di Kantor Bupati, Puspem Badung, Rabu (21/1/2026) menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Badung telah melaksanakan rekayasa lalu lintas ini. Seperti disampaikan sebelumnya, rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod akan dilanjutkan hingga tanggal 14 Februari mendatang.

LANCAR – Arus lalu lintas pasca diberlakukan rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod berjalan lancar dan tidak macet lagi. (foto : humas)
Bupati Adi Arnawa menjelaskan secara keseluruhan, penerapan rekayasa lalu lintas satu arah di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan peningkatan kinerja jaringan jalan yang signifikan, khususnya efisiensi waktu tempuh dan peningkatan kecepatan perjalanan. Meskipun terdapat penurunan nilai aksesibilitas yang perlu menjadi perhatian dalam tahap evaluasi lanjutan. Ini bentuk komitmen serius Pemkab Badung mengatasi permasalahan kemacetan. ”Saya harapkan masyarakat mengikuti dan mulai terbiasa dengan rekayasa ini, demi kenyamanan dan ketertiban kita bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kadis Perhubungan Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma menyampaikan pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM ini merupakan proses perencanaan, analisis, dan simulasi transportasi tingkat makroskopis (skala luas seperti kota atau wilayah).
Ia menjelaskan waktu tempuh perjalanan pada skenario rekayasa satu arah mengalami penurunan signifikan, dengan persentase penurunan sebesar 78,33% dibandingkan kondisi sebelum rekayasa. ”Kecepatan rata-rata perjalanan pada skenario rekayasa satu arah mengalami peningkatan sangat signifikan, yaitu sebesar 442,86% dibandingkan kondisi sebelum rekayasa. Aksesibilitas jaringan pada skenario rekayasa satu arah mengalami penurunan sebesar 14,06% dibandingkan kondisi sebelum rekayasa yang menunjukan jarak tempuh semakin meningkat,” jelasnya. (fkb/pas)

