Nasional

Ribuan Pamedek Padati Pura Ulun Danu Batur pada Hari Raya Pagerwesi
Diterbitkan: 8 April 2026, 15:38

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi, Rabu (Buda Kliwon Sinta), 8 April 2026, Pura Ulun Danu Batur dipadati umat Hindu dari berbagai kabupaten/kota se-Bali melaksanakan persembahyangan serangkaian Karya Ngusaba Kadasa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan pamedek telah berdatangan sejak pagi hari melaksanakan persembahyangan. Dengan pengaturan yang baik para pecalang dibantu aparat kepolisian, arus lalu lintas di sekitar pura terpantau padat, tetapi tetap lancar.

Menjaga ketertiban serta kenyamanan para pamedek saat ngaturang bhakti, pengaturan juga dilakukan pecalang setempat pada arus masuk dan keluar pura, mulai dari nista mandala, madya mandala, hingga utamaning mandala yang menjadi tempat utama ngaturang bhakti. Berkat pengaturan tersebut, umat dapat melaksanakan persembahyangan dengan khusyuk.

Terkait tingginya antusiasme umat nangkil pada Hari Raya Pagerwesi, Sinoman Pura Ulun Danu Batur, Guru Made Revolusi, membenarkan hal tersebut. Berdasarkan pantauannya, terjadi peningkatan jumlah pamedek cukup signifikan pada Rabu (8/4). ”Hari ini sangat ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya, jumlah pamedek lebih sedikit,” ujarnya.

Guru Made menambahkan, bertepatan Hari Raya Pagerwesi juga dilaksanakan bakti panganyar serangkaian Karya Ngusaba Kedasa oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Karangasem. Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, dan Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, tampak hadir ngaturang bakti panganyar bersama pimpinan perangkat daerah masing-masing. Suasana kian semarak karena selain ngaturang bhakti, umat sedharma juga ngaturang ayah dengan menari rejang, baris, dan topeng.

Guna menjaga kebersihan pura, prawartaka karya terus-menerus mengimbau pamedek agar membersihkan sarana pamuspan usai sembahyang dan menaruhnya pada tempat yang telah disiapkan. ”Menjaga pura tetap resik sehingga umat nyaman bersembahyang, kami mengimbau pamedek secara mandiri mengambil sisa bunga atau sarana persembahyangan lainnya agar pelataran tetap bersih,” ujar Jro Dalang, salah seorang prawartaka Karya Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur 2026.

Baca Juga :  Antisipasi Banjir, Desa Pemecutan Kelod Bersama Masyarakat Bersihkan Tukad Teba 

Selain itu, panitia juga menyiapkan petugas khusus membersihkan asagan (tempat menaruh banten). Sebagai informasi, puncak upacara Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur dilaksanakan pada 2 April 2026 dan nyejer selama 11 hari. (fkb/pas)

Shares: