DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi pelaksanaan Upacara mapandes atau matatah massal dilaksanakan Pemerintah Desa Tegal Harum di Balai Banjar Bhuana Merta, Rabu (19/8/2026).
Matatah masal diikuti 72 peserta tersebut dilaksanakan gratis oleh Pemerintah Desa Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat. Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Anggota DPRD Kota Denpasar Ni Luh Gede Ernawati, pimpinan OPD terkait Pemkot Denpasar, Perbekel Desa Tegal Harum I Komang Adi Widiantara, serta tamu undangan lainnya.
Wawali Arya Wibawa didampingi Sekda Eddy Mulya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur terselenggaranya karya mapandes dan menek Kelih (akil balik) massal. Menurutnya, pelaksanaan upacara digelar Pemerintah Desa Tegal Harum tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ”Pelaksanaan upacara secara massal merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat. Selain membantu warga dalam menjalankan kewajiban adat dan agama, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong dan menyama braya dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Arya Wibawa.
Arya Wibawa menambahkan, mapandes memiliki makna penting sebagai bagian dari manusa yadnya sekaligus bentuk bakti kepada leluhur. Pelaksanaan bersama-sama menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan mendorong masyarakat agar terus menjaga semangat sagilik-saguluk, salunglung sabayantaka dalam kehidupan sosial.
Sementara Ketua Panitia Karya Menek Kelih dan Matatah Massal Desa Tegal Harum, I Made Karsana mengatakan rangkaian kegiatan telah diawali dengan upacara menek kelih, Senin 17 Agustus 2026. Upacara berlangsung di Balai Banjar Bhuana Merta diikuti 52 peserta dan dipuput Ida Pedanda Istri Ngurah dari Griya Gede Aan, Klungkung.
Sementara itu, upacara mapandes atau matatah massal dilaksanakan Rabu 19 Agustus 2026 diikuti 72 peserta. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan Pemerintah Desa Tegal Harum dan tidak dipungut biaya dari peserta. Seluruh rangkaian acara dapat diselenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya sedikit pun dari para peserta. ”Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk pelayanan nyata pemerintah desa kepada masyarakat,” ujar Karsana. (pas)

