Nasional

Sekda Alit Wiradana Apresiasi Peluncuran Komitmen Kawasan Rendah Emisi Desa Adat Intaran
Diterbitkan: 30 Agustus 2025, 19:36

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com –Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri peluncuran Komitmen Kawasan Rendah Emisi Intaran, Sanur ditandai penandatanganan Deklarasi Menuju Desa Intaran Sanur ramah lingkungan di Segara The Seaside, Sanur, Sabtu (30/8/2027).

Kegiatan tersebut dirangkaikan penyerahan teknologi rendah karbon mewujudkan kawasan rendah emisi sanur, serya soft launching mobil shuttle listrik. Hadir dalam kesempatan ini, Komite Pengarah Koalisi Emsisi Nol Bersih/Direktur WRI Indonesia Nirarta Samadhi, Head of Corporate Sustainability HSBC Nuni Sutyoko, anggota DPRD Provinsi Bali, A.A Gede Agung Suyoga, aggota DPRD Kota Denpasar A.A Gede Putra Arie Wangsa dan Wayan Mariana Wandira, Bendesa Adat Intaran I Gusti Agung Alit Kencana, Lurah Sanur I.B Made Windu Segara, Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan Kota Denpasar serta undangan lainnya.

Sekda Alit Wiradana mengapresiasi peluncuran komitmen kawasan rendah emosi Intaran, Sanur merupakan rangkaian dari Pekan Iklim Bali 2025. Hal ini mewujudkan Sanur bebas emisi. “Hal ini searah dengan program penataan kawasan Sanur oleh Pemerintah Kota Denpasar, memperkuat Sanur sebagai destinasi wisata unggulan melalui pengembangan berbagai aspek tidak hanya mempercantik wajah Sanur. Tapi memperkuat sumber daya manusia, desa Adat di Sanur,” ujarnya.

Komite Pengarah Koalisi Emisi Nol Bersih/Direktur WRI Indonesia, Nirarta Samadhi mengatakan Pekan Iklim Bali 2025 pada 25-30 Agustus 2025 merupakan wujud kebulatan tekad menjawab tantangan perubahan iklim melalui kegiatan seperti forum nasional, belajar inovasi, forum investasi iklim. “Telah dilaksanakan program Clean Energy Village Sanur dan Program Youth Development di kawasan Desa Intaran merupakan daerah percontohan program ini,” katanya.

Dikatakannya, beberapa hal telah disepakati dalam forum diskusi Pekan Iklim Bali 2025 yakni penguatan peran strategi pimpinan daerah mendorong target iklim nasional, penguatan strategi pendanaan dan ekosistem pembiayaan iklim daerah dan penguatan kepemimpinan iklim lokal di Indonesia melalui jejaring global. “Semoga semua akan terwujud melalui kolaborasi dan inovasi antara pemerintah, swasta akademisi, lembaga riset dan masyarakat adat yang dapat kita lihat dalam kegiatan hari ini,” jelas Samadhi.

Baca Juga :  Program Padat Karya Nabati dan Hewani di Denpasar 

Head of Corporate Sustainability HSBC , Nuni Sutyoko menyampaikan inisiatif menjadikan Desa Adat Intaran percontohan program ini tidak hanya untuk mengurangi emisi tapi lebih luas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membekali sumber daya manusia yakni generasi muda Sanur melalui program youth development. “Kami menyerahkan program ini kepada Desa Adat Intaran, semoga dapat menginspirasi desa Adat lain di Bali mewujudkan target emisi nol bersih di Bali,” terang Sutyoko.

Sementara Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana dalam sambutannya mengatakan masyarakat Sanur sebagian besar hidup dari pariwisata. Jika penataan pariwisata berjalan baik akan berdampak positif bagi  masyarakat. “Komitmen Desa Adat Intaran mengurangi jejak karbon, komitmen menjaga kelestarian alam di kawasan Sanur. Selain itu, penataan lain di wilayah Sanur mewujudkan ruang lebih leluasa untuk kenyamanan pariwisata di daerah Sanur,” ungkapnya. (fkb/pas)

Shares: