Bagikan Ratusan Compost Bag Gratis Bagi Warga
DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – TP PKK Kota Denpasar melakukan sosialisasi dan pembagian Compost Bag di banjar-banjar tersebar di seluruh kecamatan di Kota Denpasar, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan bentuk komitmen mendukung program Pemerintah Kota Denpasar terkait dengan pengolahan sampah berbasis sumber. Tujuh banjar tersebut, yakni Banjar Kedaton, Kelurahan Sumerta, Banjar Padang Gria, Kelurahan Padangsambian, Banjar Pande Kelurahan Pedungan, Banjar Kebon Kuri Lukluk Kelurahan Kesiman, Banjar Plagan Kelurahan Penatih, serta Banjar Abasan dan Banjar Kayumas Kelod di Kelurahan Dangin Puri.
Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang hadir di Banjar Kedaton menyampaikan sosialisasi menyasar anggota PKK yang ada di banjar-banjar mampu mengedukasi masyarakat tentang pengolahan dan pemilahan sampah berbasis sumber utamanya dari skala rumah tangga.
Ia menekankan sebagai garda penting dalam rumah tangga, para ibu dapat berperan sebagai penggerak di rumah kebiasaan memilah sampah seluruh anggota keluarga. “Kami di TP PKK Kota Denpasar sebagai mitra pemerintah berkomitmen ikut mengedukasi masyarakat terkait program ini. Mudah-mudahan penerapan mulai dari rumah kita sendiri, ini akan berdampak bagi pengelolan sampah di Kota Denpasar,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di Banjar Pande Kelurahan Pedungan, mengemukakan semangat gotong royong dan kepedulian kolektif menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Kota Denpasar. “Selain pembagian Compost Bag, kami juga memberikan edukasi tentang cara penggunaan, jenis bahan yang dapat diolah, hingga tips penempatan komposter di rumah,” jelasnya.
Lurah Dangin Puri, I Wayan Swi Putra menyampaikan apresiasi kegiatan ini. Ia mengungkapkan, ibu PKK yang ada di wilayahnya berkomitmen mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber mulai dari rumah masing-masing. “Kami membagikan masing-masing 100 buah komposter di Banjar Abasan dan Banjar Kayumas Kelod. Secara berkelanjutan banjar lainnya juga akan mendapatkan komposter, sehingga pengelolan sampah berbasis sumber di skala rumah tangga dapat berjalan optimal,” ungkapnya. (pas)

