Waka Polda : Bali Jadi Sasaran Peredaran Gelap Sindikat Narkoba Internasional

Forum Keadilan Bali  – Polda Bali melalui Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) melakukan pemusnahan barang bukti (BB) narkotika dan psikotropika hasil pengungkapan kasus dengan tiga tersangka selama periode Januari hingga Juni 2022 ini.  Pemusnahan dipimpin Waka Polda Bali Brigjen Pol I Ketut Suardana dihadiri oleh unsur Kepolisian, unsur Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Dinas Kesehatan, BPOM Bali, dan BNNP Bali di halaman belakang Mapolda Bali, Jumat, (24/6/2022).

Dirresnarkoba Polda Bali Kombes Pol Mochamad Khozin mengawali sambutannya memaparkan maksud dari kegiatan pemusnahan barang bukti adalah untuk mengurangi risiko akan kemungkinan  berubahnya barang bukti atau hilangnya barang bukti dan atau disalahgunakannya barang bukti tersebut.

“Untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkotika yang beredar secara tidak sah di lingkungan masyarakat. Selanjutnya untuk meyakinkan kepada publik bahwa Polri sangat serius memerangi segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang diwujudkan dengan melakukan pemusnahan barang bukti untuk menciptakan situasi yang kondusif,” terang Kombes Khozin di hadapan awak media.

Selain itu kegiatan pemusnahan barang bukti ini menunjukkan adanya kepastian hukum tentang status barang bukti yang telah disita.

“Adapun jenis barang bukti yang dimusnahkan sebagai berikut, narkotika jenis Sabu atau metamfetamina sebanyak 35.179,18 gram netto. Ganja sebanyak 2.669,4 gram netto, kokain 133,3 gram netto, MDMA sebanyak 1.335,68 gram netto, MDMA 796 butir atau 151,24 gram netto dan Psikotropika (Metilfenidat) sebanyak 1.000 butir atau 150 gram netto,” beber Kombes Khozin.

Brigjen Pol I Ketut Suardana menyampaikan, pengungkapan dan pemusnahan barang bukti kejahatan narkoba bertujuan menciptakan Kamtibmas di masyarakat.

“Ini salah satu upaya cipta kondisi dalam upaya Polda Bali memelihara Kamtibmas yang kondusif di wilayah Bali. Kegiatan ini menunjukkan bukti keseriusan kita dalam memberantas peredaran gelap narkoba di tengah-tengah masyarakat,” terang Brigjen Suardana.

Baca Juga :   Catatan Menparekraf Selama Dua Hari Kunjungan Kerja ke Bali

Kejahatan narkoba saat ini menjadi pembahasan yang hangat di tengah masyarakat karena telah merasuk ke segala lini dan profesi. Penyalahgunaan narkoba menurutnya dapat menimpa siapa saja tanpa terkecuali.

“Mulai dari kepala daerah, legislatif, profesor, akademisi, artis, hingga pelajar, mahasiswa tertimpa masalah ini. Ini menunjukkan peredaran narkoba di Indonesia tergolong cukup tinggi,” paparnya

Bali sebagai sebagai salah satu favorit destinasi pariwisata dunia menjadi salah satu sasaran peredaran gelap sindikat narkoba internasional pada 2022 ini.

“Para pelaku kejahatan narkoba juga melibatkan upaya-upaya pihak asing melalui sindikat peredaran gelap narkoba internasional. Apabila kondisi ini terus dibiarkan maka akan terjadi lost generation atau kehilangan generasi selanjutnya,” pungkas Brigjen Suardana.