DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit di Parahyangan Ida Ratu Gede Begawan Penyarikan, Banjar Adat Tengah, Renon, Denpasar bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa pada Rabu (2/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menandatangani prasasti dan menyerahkan dana hibah sebesar Rp400 juta untuk upakara. Hadir dalam kegiatan ini Anggota DPRD Provinsi Bali Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya dan Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Kota Denpasar I Ketut Budiarta, tokoh masyarakat setempat dan krama pengempon.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Banjar Tengah Renon menyelenggarakan karya secara gotong royong. Menurutnya, kebersamaan krama mempersiapkan hingga melaksanakan yadnya menjadi cerminan nilai luhur budaya Bali yang tetap terjaga. ”Pelaksanaan karya ini menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong krama pengempon. Semoga melalui yadnya ini, warga dianugerahi kerahayuan dan kerukunan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut Jaya Negara menjelaskan upacara Ngenteg Linggih merupakan prosesi sakral ngelinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya di tempat suci. Prosesi ini wujud permohonan agar Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan menetapkan stana-Nya, sehingga dapat memberikan perlindungan, keharmonisan, serta kesejahteraan bagi seluruh pratisentana. ”Upacara ini merupakan prosesi untuk ngelinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa pada stana-Nya (ngenteg), sekaligus memohon anugerah perlindungan dan kesejahteraan bagi umat,” imbuhnya.
Sementara itu, Parwantaka Karya, I Made Suwena menjelaskan rangkaian karya telah dimulai sejak 22 Maret 2026 diawali upacara nunas toya dan melaspas taring. Disusul pada 23 Maret nunas piuning, 25 Maret ngentegan beras (ngingsah), 29 Maret mecaru pelinggih Ratu Gede dan Balai Banjar, serta 31 Maret melasti ke segara.
Puncak karya jatuh pada Rabu, 2 April 2026 bertepatan dengan Wrespati Wage Watugunung dipuput Ida Pedanda Gede Wanasari Sanur. Rangkaian upacara akan dilanjutkan dengan nyineb pada 5 April dan meajar-ajar pada 12 April mendatang.
Ia menjelaskan Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit idealnya dilaksanakan maksimal setiap 30 tahun sekali. Namun, di Pura Ini, karya sebelumnya belum pernah dilaksanakan sehingga berdasarkan kesepakatan krama, upacara digelar dengan swadaya masyarakat melibatkan sekitar 190 kepala keluarga (KK), didukung bantuan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar.
Sewena berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar serta memberikan kerahayuan dan kerahajengan bagi seluruh krama Banjar Adat Tengah Renon. ”Kami berharap karya ini berjalan labda karya serta memberikan kerahayuan bagi seluruh krama adat,” ucapnya. (pas)

