DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Malaspas Alit sekaligus mendem padagingan di Pura Dalem Desa Adat Oongan, Minggu (31/5/2026).
Walikota Jaya Negara menyampaikan pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Dalem Desa Adat Oongan salah satu bentuk meningkatkan sradha bakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Apalagi di komunitas masyarakat seperti pangempon pura dan desa adat perlu diapresiasi kegiatan adat seperti ini. ”Kita membangun sradha bakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.
Jaya negara mengatakan, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaaan tidak terlepas dari sektor keagamaan. Namun patut diapresiasi muncul kemandirian masyarakat menyelenggarakan upakara, sehingga diperoleh manfaat dalam pelaksanaan upacara keagamaan dikenal dengan Tri Guna Karya serta Satwika Karya.
Jaya Negara mengharapkan setelah dilaksanakan Upacara Malaspas Alit di Pura Dalem Desa Adat Oongan, seluruh umat terutama warga banjar dan pangempon terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan sesama umat. Pelaksanaan yadnya sebagai sarana peningkatan nilai spiritual umat beragama. ”Kami berharap ke depan upacara yadnya memberikan energi positif dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” harapnya.
Sementara Bendesa Adat Oongan, I Made Agus Uinbara Jaya mengatakan, pembangunan Pura Dalem Oongan tindak lanjut dari keputusan besar diambil dalam paruman desa beberapa pada 16 Februari 2022. Keputusan paruman tersebut, disebutkan kesepakatan bahwa desa adat berdiri sendiri dan memisahkan diri dari pemaksanan dalem sebelumnya. Kewajiban kahyangan desa sebagai desa adat mandiri, krama berkewajiban melengkapi struktur kahyangan desa meliputi Pura Puseh dan Pura Dalem.
Ia menjelaskan rangkaian upacara pamlaspasan alit berjalan khidmat dengan beberapa prosesi utama, di antaranya Upacara Pacaruan Panca Morsika dan Upacara Pemakuh dan Mendem Padagingan. ”Saya mengucapkan terima kasih kepada Walikota Denpasar ikut menyaksikan dan mengesahkan secara simbolis jalannya prosesi serta mendem padagingan sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah kota terhadap pelestarian adat dan budaya,” ungkapnya. (pas)

