Wali Kota Jaya Negara Pimpin Apel Siaga Gelar Pasukan Pengendalian dan Pengawasan Angkutan Lebaran 2026
DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka sekaligus pimpin Apel Siaga Gelar Pasukan Pengendalian dan Pengawasan Angkutan Lebaran 2026 di UPT Penumpang Terminal Ubung, Denpasar, Jumat (13/3/2026).
Apel Gelar Pasukan ini memastikan keamanan, kenyamanan, kelancaran serta keselamatan pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 Hijriah serta rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Hadir jajaran Forkopimda Kota Denpasar, TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, Dishub, Pelabuhan, Organda, Jasa Raharja serta undangan lainya.
Usai Apel Gelar Pasukan, Wali Kota Jaya Negara meninjau seluruh kesiapan angkutan bus, posko terpadu, tim kesehatan, ketersediaan obat dan kesiapan lainnya.
Jaya Negara menyampaikan potensi pergerakan masyarakat meningkat pada arus mudik maupun arus balik Lebaran dan masa libur Lebaran. Mudik tahun ini berbarengan dengan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Ia merasa perlu pemerintah dan pihak terkait lainnya menyiapkan langkah antisipasi agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dan pelaksanaan rangkaian kegatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948, dapat berjalan aman, nyaman dan lancar.
Jaya Negara mengatakan Kota Denpasar sebagai destinasi pariwisata perlu mengantisipasi meningkatnya kunjungan wisatawan di saat liburan Lebaran nanti, termasuk di dalamnya terkait dengan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan maupun kelancaran lalu lintas angkutan laut. “Kita bersama perlu mengantisipasi kerawanan kriminal pada periode arus mudik maupun arus balik serta mengantisipasi rawan bencana dan cuaca buruk,” ungkap Jaya Negara.
Jaya Negara meminta kepada tim posko terpadu agar mengingatkan para pemudik, menghindari mudik pada 18 Maret 2026, berbarengan dengan acara Tawur Agung Kasanga atau malam pangerupukan (diisi pawai Ogoh-ogoh). “Kepada Organda Bali dan para operator angkutan agar menyiapkan sarana angkutan yang laik jalan. Begitu juga disisi laut kami mohon bantuan Syahbandar di bawah KSOP kelas II Benoa memastikan kapal/fastboat beroperasi memenuhi persyaratan teknis laik layar sehingga terwujud keselamatan bersama,” harapnya.
Jaya Negara mengucapkan terima kasih kepada jajaran Forkopimda Kota Denpasar dan semua anggota tim Posko Terpadu diantaranya TNI, Polri, BNN Kota Denpasar, jajaran Kemenhub, Organda Bali dan seluruh stakeholder lain kerjasamanya dan dukungan melaksanakan kegiatan Posko Terpadu Lebaran tahun 2026.
Sementara Kadis Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan saat ditemui menjelaskan, pelaksanaan Posko Terpadu Pengendalian dan Pengawasan Angkutan Lebaran 2026 dilaksanakan selama 16 hari dimulai tanggal 13-19 Maret 2026.
Ia mengaku fokus pemantauan di Terminal Ubung , pul bus, Posko Terpadu Uma Anyar, objek wisata dan pusat perbelanjaan, kegiatan mudik gratis/mudik bareng, tempat ibadah, beberapa simpang dan ruas jalan rawan kemacetan serta Pelabuhan Pengumpan Lokal di Denpasar. Dari beberapa fokus pemantauan itu dapat mengantisipasi kemungkinan fenomena-fenomena selama periode angkutan lebaran dan terciptanya kemananan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas angkutan jalan di Kota Denpasar selama periode angkutan Lebaran. “Tim Gabungan terdiri dari berbagai unsur telah membentuk Pos Terpadu yang disiagakan tersebar di tiga lokasi yaitu Posko Terminal Ubung (Pos Utama) dan Posko Uma Anyar pemantauan lalu lintas darat dan Posko Pelabuhan Serangan untuk memantau lalu lintas laut,” jelasnya.
Sriawan menjelaskan Posko Terpadu ini terintegrasi komunikasinya dengan pos-pos yang ada di wilayah Kota Denpasar maupun daerah lainnya karena koordinasi terkait transportasi ini tidak dibatasi wilayah administrasi. Guna mendukung pelaksanaan kegiatan yang optimal, disiagakan 80 personil gabungan dua shif per hari.
Sriawan mengungkapkan prediksi puncak arus mudik terjadi Minggu hingga Selasa, 15-17 Maret 2026 (pergerakan keluar Bali diperkirakan mencapai puncak sebelum cuti bersama/pengrupukan). Sedangkan prediksi puncak arus balik I terjadi pada Selasa hingga Rabu, 24-25 Maret 2026 dan prediksi puncak arus balik II terjadi pada Jumat hingga Sabtu, 27-28 Maret 2026. Berdasarkan sumber data dari Dishub Provinsi Bali berdasarkan prediksi pergerakan penumpang keluar masuk Bali. “Di Kota Denpasar beberapa tempat diprediksi mengalami kepadatan penumpang terutama di sektor objek wisata dan pusat perbelanjaan, termasuk Pelabuhan Sanur dan wilayah Serangan,” ucapnya. (pas)

