Nasional

Walikota Jaya Negara Tekankan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Berkelanjutan
Diterbitkan: 11 Desember 2025, 02:01

KPBU Pengembangan RSUD Wangaya Masuki Tahap Penajajakan Minat Pasar

JAKARTA, FORUMKEADILANBali.com –Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Penjajakan minat pasar (market sounding) serangkaian kerjasama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pengembangan RSUD Wangaya Kota Denpasar di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Hal tersebut menandakan keseriusan Pemkot Denpasar mewujudkan peningkatan pelayanan kesehatan berkelanjutan bagi masyarakat. Turut hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar A.A Putu Gede Wibawa, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Bagus Alit Adhi Merta, Asisten Administrasi Umum Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Kepala Bappeda I Wayan Putra Sarjana, dan Direktur Utama RSUD Wangaya dr. A.A Made Widiasa.

Selain itu, hadir Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Keuangan Heri Setiawan, Direktur Keuangan PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia Donny Hamdani, Direktur Pendapatan, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Teguh Narutomo, Asisten Deputi Pembiayaan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kemenko Infrastruktur dan Kewilayahan Ferry Akbar Pasaribu serta investor peserta penjajakan minat pasar (market sounding).

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas kehadiran dari berbagai Kementerian, lembaga, calon investor dan pemangku kepentingan dalam penjajakan minat pasar (market sounding) awal KPBU pengembangan RSUD Wangaya Kota Denpasar. Hal ini menunjukkan besarnya komitmen bersama dalam membangun infrastruktur kesehatan bagi masyarakat Bali, khususnya Kota Denpasar.

Lebih lanjut Jaya Negara menjelaskan, kondisi infrastruktur dan fasilitas kesehatan di RSUS Wangaya saat ini membutuhkan pengembangan yang komprehensif. Hal ini memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan, baik secara kualitas dan kuantitas yang berkelanjutan. “Melalui skema KPBU, kami berharap mampu menghadirkan efisiensi pembiayaan, percepatan pembangunan, transfer teknologi serta peningkatan pelayanan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Layani 450.936 Penumpang Selama Cuti Bersama Idul Fitri 2023

Jaya Negara menekankan Pemkot Denpasar memberikan dukungan penuh, termasuk jaminan dari PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia. Sehingga melalui forum Penjajakan Minat Pasar (Market Sounding) awal ini diharapkan dapat melahirkan komunikasi yang konstruktif untuk mendukung optimalisasi KPBU ini. “Kami optimis KPBU ini akan memberikan dampak nyata, dan menjadi model berkelanjutan pengembangan infrastruktur kesehatan di daerah dengan membangun kemitraan pemerintah dengan badan usaha untuk kepentingan masyarakat,” ucap Jaya Negara.

Direktur Utama RSUD Wangaya, dr. A.A Made Widiasa menambahkan RSUD Wangaya Kota Denpasar terus berbenah. Berbagai inovasi pelayanan terus diluncurkan guna memberikan jaminan kesehatan optimal bagi masyarakat. Selain membangun gedung poliklinik terpadu yang pengerjaan fisiknya akan dimulai pada Tahun 2026 mendatang, RSUD Wangaya juga masih berproses dalam peningkatan infrastruktur melalui skema KPBU.

Ia mengatakan pengembangan RSUD Wangaya secara berkelanjutan membutuhkan dana dikisaran Rp800-Rp900 miliar. Hal tersebut meliputi pengembangan ruang rawat inap, penambahan layanan terpadu, pembangunan rumah duka hingga peningkatan fasilitas kesehatan dan alat kesehatan. ”Saat ini kita market sounding awal, nanti dilanjutkan dengan persiapan transaksi dan market sounding final, setelahnya baru penandatanganan perjanjian serta financial close, sesuai timeline, maka pelaksanaan konreuksi akan dimulai pada kwartal III tahun 2027, dan tuntas tahun 2029. Selanjutnya memasuki tahap operasional,” ujar Widiasa.

Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Keuangan Heri Setiawan didampingi Direktur Keuangan PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia Donny Hamdani menjelaskan Market Sounding merupakan salah satu tahapan yang wajib dilalui dalam skema KPBU. Kegiatan ini dilaksanakan guna memastikan bahwa proyek KPBU yang akan dilaksanakan adalah proyek yang layak dan memiliki potensi keberhasilan yang tinggi. “Kami bersyukur bisa ikut berpartisipasi dan dipercaya Menkeu untuk memberikan dukungan penyiapan proyek dan pendampingan dalam KPBU ini. Kegiatan ini untuk memastikan proyek KPBU yang akan dilaksanakan adalah proyek yang layak dan memiliki potensi keberhasilan yang tinggi. Sehingga  dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengadaan proyek KPBU,” paparnya. (pas)

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Hadiri Rapat Evaluasi TPKAD Denpasar Dengan OJK
Shares: