Nasional

Wawali Arya Wibawa Buka FKP Rencana Awal RKPD Kota Denpasar 2027
Diterbitkan: 30 Januari 2026, 20:35

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) Rencana Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Denpasar 2027 digelar secara daring dan luring dari Kantor Walikota Denpasar, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan melibatkan seluruh OPD, perbekel/lurah hingga seluruh stakeholder di Kota Denpasar mengusung tema ”Peningkatan Kualitas Daya Saing SDM Serta Inovasi Pelayanan Publik yangBerbasis Budaya Melalui Transfromasi Digital Menuju Denpasar Maju”.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pj. Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, pimpinan DPRD Kota Denpasar, Kepala Bappeda Kota Denpasar I Wayan Putra Sarjana, Asisten, Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, serta undangan lainya. Pelaksanaan FKP turut menghadirkan narasumber dari Bappeda Provinsi  Bali, untuk mengetahui mengenai arahan Kebijakan Pembangunan Provinsi Bali 2027.

Kepala Bappeda Kota Denpasar I Wayan Putra Sarjana dalam paparannya menjelaskan Forum Konsultasi Publik ini salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Pelaksanaan FKP untuk memperoleh masukan, pandangan, dan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat. Sehingga RKPD Kota Denpasar 2027 benar-benar mewakili kebutuhan, harapan, dan tantangan yang ada di tengah masyarakat.

Ia menjelakan prioritas pembangunan Daerah Kota Denpasar 2027 yaitu pendidikan dan kesehatan, ekonomi daerah dan daya saing wilayah, sosial dan ketenagakerjaan, inovasi dan teknologi, jati diri, budaya Bali, reformasi birokrasi, stabilitas daerah, serta pembangunan berkelanjutan.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa membecakan sambutan Walikota Denpasar mengatakan Forum konsultasi publik memiliki makna strategis sebagai wadah dialog dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah. Melalui forum ini, Pemerintah Kota Denpasar membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan, saran, serta gagasan konstruktif demi terwujudnya pembangunan yang inklusif, responsif, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Imigrasi Indonesia dan Kamboja Bangun Kerjasama Berantas Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Arya Wibawa mengungkapkan peningkatan kualitas dan daya saing SDM merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Denpasar sebagai kota yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan. ”SDM unggul tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi harus berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal, kearifan tradisional, serta etika sosial yang Menjadi jati diri Kota Denpasar,” kata Arya Wibawa.

Sejalan dengan itu, menurut Sarya Wibawa, inovasi pelayanan public berbasis budaya melalui transformasi digital menjadi sebuah keniscayaan. Transformasi digital bukan sekadar pemanfaatan teknologi, tetapi upaya sistematis meningkatkan kualitas layanan lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Bali adiluhung. Seperti konsep Tri Hita Karana sebagai landasan harmonisasi antara manusia dengan tuhan, sesama Manusia, dan lingkungan.

Arya Wibawa menegaskan Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen terus mendorong digitalisasi layanan publik yang humanis dan berbudaya. Sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga kepuasan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap melalui forum konsultasi publik ini, terbangun kesamaan persepsi dan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Setiap masukan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyempurnaan kebijakan dan perencanaan pembangunan Kota Denpasar ke depan. “Mari kita manfaatkan forum ini secara optimal, dengan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan tanggung jawab demi mewujudkan Denpasar Maju, yang unggul dalam kualitas sdm, inovatif dalam pelayanan publik, serta kokoh berlandaskan budaya dan kearifan lokal,” katanya. (pas)

Shares: