Nasional

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Festival Literasi ke-6 Kota Denpasar 2026, Dorong Anak Muda Berkreativitas
Diterbitkan: 5 Maret 2026, 18:59

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi Festival Literasi Denpasar ke-6 2026 diselenggarakan Nyalanesia di Gedung Dharma Negara Alaya, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wahana positif merangsang anak muda berkreativitas dalam literasi. Turut hadir pada puncak Festival Literasi Denpasar, Anggota DPD RI, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, Bunda Literasi Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya, dan undangan lain.

Saat membacakan sambutan tertulis Walikota Denpasar, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan saat ini dunia tengah berpacu melahirkan inovasi. Kemajuan inovasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui dedikasi panjang pada penguatan literasi sejak dini. Di tengah perubahan global, Denpasar melangkah menuju kota literasi berbasis budaya menghadirkan perpustakaan, pojok baca, serta ruang kreatif di ruang publik. Kota Denpasar menegaskan komitmennya membangun generasi cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dikatakannya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi kecakapan memahami informasi, Memilah kebenaran, serta mengubah pengetahuan menjadi inovasi. Dari ruang-ruang literasi inilah akan tumbuh ide-ide besar, lahir kreativitas, dan terbentuk sumber daya manusia unggul yang siap membawa denpasar bersaing di tingkat nasional maupun global.

Arya Wibawa menjelaskan, keberadaan perpustakaan memiliki peran strategis menumbuhkan budaya gemar membaca dan semangat long life learning. Sejalan dengan visi perpustakaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mencerdaskan tidak hanya dimaknai sebagai menghadirkan pendidikan berkualitas. Tetapi membangun ekosistem mendorong pengembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan keterampilan dan kompetensi, penguatan karakter dan moral, serta menghadirkan ruang pemberdayaan bagi masyarakat. “Keberadaan perpustakaan perlu didukung berbagai inovasi pengembangan literasi berbasis masyarakat dan juga dalam lingkup sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  <strong>Atasi Masalah Sampah, Perbekel Desa Sanur Kauh Pantau TPS3R Sekar Tanjung</strong>

Lebih lanjut Arya Wibawa mengungkapkan gerakan pembudayaan gemar membaca dan literasi di Kota Denpasar saat ini semakin diminati masyarakat. Perlu ada upaya kolaboratif semakin masif dan konsisten agar misi gerakan ini dapat dijalankan berkesinambungan. ”Terima kasih saya sampaikan kepada Nyalanesia karena telah turut mendorong gerakan pembudayaan gemar membaca dan literasi di Kota Denpasar menyediakan ruang kreatif bagi siswa/siswi menuangkan ide dan gagasan mereka. Harapan saya di masa depan, festival literasi semakin luas menjaring serta mewadahi kreativitas siswa/siswi di Kota Denpasar,’’ ucapnya.

Sementara itu, Duta Literasi Denpasar, Jemima Mulyandari mengatakan Festival Literasi Denpasar tahun ini menginjak tahun ke 6. Sebuah umur yang menunjukkan bukan usia balita lagi. Dalam perkembangannya, Festival Literasi Denpasar meningkat peserta berpartisipasi dari tahun ke tahun. Di tahun ke-6 ini, Festival Literasi Denpasar diikuti 161 sekolah dengan total 10.150 peserta terdiri dari 9.306 siswa dan 844 guru. (pas)

Shares: