DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kota Denpasar mengikuti proses verifikasi lanjutan Kabupaten Kota Sehat (KKS) tingkat nasional 2025, kategori Swasti Saba Wistara diselenggarakan secara daring di Aula BKPSDM Kota Denpasar, Selasa (19/8/2025).
Dihadapan tim verifikator pusat, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana memaparkan berbagai inovasi dan upaya pembangunan kesehatan masyarakat di Kota Denpasar meliputi 9 tatanan merupakan indikator dalam penilaian. Ada 9 tatanan fundamental tersebut terdiri dari kehidupan masyarakat sehat mandiri, pemukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial dan penanggulangan bencana.
Arya Wibawa menyampaikan Kota Denpasar memiliki beberapa inovasi di berbagai tatanan tersebut. Antara lain inovasi meliputi layanan kesehatan bagi masyarakat, layanan fasilitas pemukiman dan fasilitas umum yang didalamnya berisi layanan pengelolaan sampah, air bersih, dan lainnya. Tak hanya itu, Kota Denpasar juga memiliki inovasi meliputi layanan pada satuan pendidikan berkaitan dengan penyelenggaraan posyandu remaja, gerakan anti narkoba, UKS di sekolah, dan sebagainya. “Dari aspek tatanan pasar, inovasi telah ditempuh Kota Denpasar salah satunya penyelenggaraan pasar tradisional ditata dengan bersih dan sehat,” ujarnya.
Arya Wibawa mengatakan pada tatanan perkantoran dan perindustrian, Kota Denpasar juga memiliki inovasi antara lainnya pameran Gema Tridatu mewadahi pelaku IKM/UMKM di Kota Denpasar mempromosikan produknya. Ada juga inovasi lain berada beberapa tatanan, seperti layanan Pojok Kebaikan dan Step Up di tatanan perlindungan sosial, inovasi ATCS pada transportasi, inovasi penataan kawasan Serangan pada tatanan pariwisata, inovasi penanggulangan bencana Bala Wisata Tirtha, dan lainnya. “Inovasi pada seluruh tatanan tersebut, merupakan upaya kami di Pemerintahan Kota Denpasar dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Arya Wibawa mengungkapkan Indeks Capaian Indeks Standar Pelayanan Minimal (IP SPM) prioritas Kota Denpasar tahun 2023 mencapai Tuntas Utama dengan 1 sektor yaitu, pendidikan sebesar 98.65%, dan tahun 2024 IP SPM mencapai Tuntas Paripurna dengan semua sektor 100%. “Indeks pembangunan manusia Kota Denpasar terus menunjukkan tren positif, meningkat dari 84,03 di tahun 2021 menjadi 85,11 tahun 2024. Ini menjadikan Denpasar sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Provinsi Bali,” ujar Arya Wibawa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati menyampaikan keikutsertaan Kota Denpasar pada penilaian tahun 2025 merupakan kali keempat yang sebelumnya, Kota Denpasar telah berhasil 3 kali meraih penghargaan kategori Swasti Saba Wistara, yakni tahun 2017, 2015 dan 2023.
Dia menjelaskan tingkatan penghargaan KKS, terdapat beberapa tingkat kategori, yakni Padapa, Wiwerda, dan Wistara. “Kota Denpasar tahun ini kembali diikutsertakan dalam verifikasi penilaian pada tingkatan Swasti Saba Wistara. Ini merupakan sebuah kesempatan yang baik bagi Kota Denpasar,” katanya.
Sementara itu, Tim Verifikator Pusat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam persiapan verifikasi lanjutan KKS. Pemerintah Kota Denpasar dinilai sangat memahami apa menjadi indikator dalam penilaian sehingga tidak banyak catatan yang diberikan oleh para tim verifikator. “Kami berharap dapat dipertahankan, terutama dalam pemenuhan layanan kepada masyarakat,” harap Effendi, salah seorang Tim Verifikator Pusat. (fkb/pas)

