I Made Sudama Dikukuhkan Jadi Bendesa Adat Sesetan Mas AYahan 2022-2027
DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – I Made Sudama, S.Sn., dikukuhkan menjadi Bendesa Adat Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan masa ayahan Icaka Warsa 1044-1949 atau Tahun Masehi 2022-2027 oleh Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, A.A Ketut Sudiana disaksikan Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa di Jaba Pura Desa lan Puseh Desa Adat Sesetan, pada Tilem Sasih Katiga, Senin (22/9/2025).
Pengukuhan tersebut dilaksanakan serangkaian tahapan Nagdegang Bendesa Adat telah berjalan lancar dan sesuai dengan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat.
Turut hadir menyaksikan pengukuhan, Anggota DPRD Provinsi Bali Ni Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Kota Denpasar, Putu Melati Purbaningrat Yo dan Luh Putu Mamas Lestari, Penyarikan Agung MDA Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Asmara Putra, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar AA Ketut Sudiana, serta undangan lainya.
Usai pengukuhan, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan selamat dengan telah dikukuhkannya I Made Sudama, S.Sn bersama seluruh prajuru Desa Adat Sesetan oleh Majelis Desa Adat (MDA) Denpasar. Bendesa baru dikukuhkan diharapkan mampu melanjutkan sinergitas dan kerjasama dengan pemerintah Kota Denpasar, khususnya sinergi adat dan dinas bersama menguatkan adat, tradisi dan budaya dalam mewujudkan Denpasar Maju. Terlebih saat ini adanya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan yang sejalan dengan visi kota kreatif berbasis budaya, salah satunya yakni dukungan dari desa adat. ”Kami ucapkan selamat kepada Bendesa Adat Sesetan I Made Sudama semoga dapat mengemban amanah krama adat Sesetan dengan baik. Program di bidang adat harus diperkuat, dan utama sinergi adat dan dinas guna mendukung terwujudnya kemajuan Denpasar,” ujar Arya Wibawa.
Ketua MDA Kota Denpasar A.A Ketut Sudiana mengatakan di tengah derasnya arus perubahan yang terjadi, menjadi tantangan tersendiri bagi desa adat dalam mengembangkan perannya. Namun hal tersebut dapat dijalankan dengan memperkuat jati diri sebagai modal utama mendukung pembangunan yang berwawasan budaya. Dengan dikukuhkannya Bendesa Adat Sesetan, pihaknya mengajak bersama-sama menjaga dan memperkuat desa adat di era globalisasi ini. APalagi desa adat memiliki peran sentral mengatasi permasalahan lokal, nasional hingga internasional, salah satunya penurunan stuntung. Ini merupakan wujud nyata memaksimalkan peran desa adat di dalam menentukan arah kebijakannya mendukung pembangunan dan memperkuat jati diri masyarakat Bali. ”Kedepan kami berharap desa adat mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan di Bali, khususnya Kota Denpasar,” harapnya.
Sementara Bendesa Adat Sesetan I Wayan Sudama mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan krama desa. Ia akan berupaya maksimal mengabdi kepada masyarakat, khususnya bidang prahyangan, pawongan dan palemahan sesuai konsep Tri Hita Karana.
Sudama mengaku jabatan ini merupakan amanah untuk selalu berupaya menciptakan keharmonisan masyarakat dan selalu bersinergi dengan tokoh adat, dinas maupun Pemerintah sehingga menciptakan keselarasan serta kedamaian. ”Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, MDA Provinsi Bali dan Kota Denpasar, krama desa adat serta semua komponen terlibat dalam kegiatan ini. Semoga apa yang kita harapkan bersama bisa berjalan sesuai dengan rencana,” ucapnya. (pas)

