DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Wakil Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyerahkan secara simbolis bantuan kursi roda kepada 100 penyandang disabilitas di Kota Denpasar di pusatkan di Graha Nawasena Denpasar, Jumat (10/10/2025).
Ny. Ayu Kristi Wibawa didampingi Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana ditemui disela-sela kegiatan mengatakan, penyerahan kursi roda dan alat bantu kesehatan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kota Denpasar mendukung pemenuhan hak dasar warga, khususnya bidang rehabilitasi sosial. Program ini salah satu bentuk penerapan standar pelayanan minimal (SPM) urusan sosial di daerah untuk meningkatkan kemandirian, kualitas hidup, dan kesejahteraan sosial masyarakat rentan. Bantuan ini tidak hanya sekadar sarana pendukung, tetapi simbol perhatian dan kehadiran pemerintah bagi masyarakat penyandang disabilitas. ”Kami ingin memastikan mereka memiliki kesempatan sama beraktivitas dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Ia menyampaikan Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen terus memperkuat pelayanan sosial dan memperluas jangkauan bantuan agar dapat dirasakan secara merata seluruh masyarakat, sejalan dengan visi mewujudkan Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.
Sementara itu, Kadis Sosial Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar tahun Anggaran Perubahan 2025 kembali melaksanakan program pengadaan alat bantu kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini mencakup penyediaan kursi roda, tripod, walker, dan alat bantu dengar bagi warga Kota Denpasar yang mengalami disabilitas fisik maupun gangguan pendengaran.
Dia menjelaskan, pengadaan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar Perubahan Tahun 2025 dengan total anggaran Rp235.800.000. Penyerahan alat bantu kesehatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama sebanyak 100 unit alat bantu kesehatan, dan tahap kedua 30 unit alat bantu kesehatan. ”Melalui bantuan alat kesehatan ini, diharapkan warga yang menerima dapat lebih mudah beraktivitas, berpartisipasi dalam kehidupan sosial, serta menjalani kehidupan yang lebih produktif, bermartabat dan berkehidupan lebih baik”, ungkapnya. (pas)

