Nasional

Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali ”Membina dan Berbagi” Menyasar Dua Desa di Kabupaten Bangli
Diterbitkan: 2 September 2026, 17:11

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali menggelar aksi sosial bertajuk ”Membina dan Berbagi” 2026 di Kabupaten Bangli menyasar dua desa di Kabupaten Bangli, yakni wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut dan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli , Rabu (2/9/2026).

Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, bersama Wakil Ketua Pembina TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Dia hadir mendampingi Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, serta Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali Made Dwi Dewata, Kepala Dinas terkait selaku Pengarah TP Posyandu, jajaran pengarah dan anggota TP Posyandu 6 SPM Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli, Dinas PMDPPKB Kabupaten Bangli selaku pengarah TP Posyandu Kabupaten Bangli, Camat Susut, Camat Bangli, Perbekel Desa Abuan, Lurah Bebalang, serta para kader Posyandu penerima bantuan.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi mendalam atas kedatangan rombongan TP Posyandu Provinsi Bali memberikan bimbingan dan pencerahan terkait implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu. ”Di Kabupaten Bangli terdapat 370 Posyandu tersebar di 68 desa dan 4 kelurahan. Sosialisasi transformasi Posyandu mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, trantibumlinmas, dan sosial telah kami laksanakan hingga tingkat kecamatan dan desa,” ujar Ny. Sariasih Sedana Arta.

Sebagai wujud kepedulian dan bentuk apresiasi atas kerja ikhlas para kader, dalam aksi sosial ini diserahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali secara simbolis kepada 50 kader Posyandu di Desa Abuan dan 54 kader Posyandu di Kelurahan Bebalang. Setiap kader menerima bantuan 30 kg beras, 2 krat telur, dan 2 kotak susu.

Baca Juga :  Wali Kota Jaya Negara Kukuhkan BPPD Kota Denpasar Periode 2022-2026

Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali Anom Agustina, memberikan pemaparan materi untuk meretetas kebingungan para kader mengenai konsep Posyandu terbaru. Ia menegaskan Posyandu kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan belaka, melainkan menangani 6 bidang SPM.

Ia meminta kader tidak perlu bingung atau dibebani. Tugas utama kader Posyandu di luar bidang Kesehatan dan difokuskan pada tiga tahapan utama, yakni mendata/menghimpun aspirasi masyarakat saat Posyandu buka, membuktikan melalui kunjungan rumah (pasca buka), dan melaporkan hasilnya kepada kepala desa atau lurah untuk ditindaklanjuti. ”Kader tidak bertugas eksekusi teknis,” jelasnya.

Memperdalam pemahaman dan kapasitas teknis kader, kata Anom Agustina, TP Posyandu Provinsi Bali telah merancang program Bina Posyandu. Para kader akan dibina secara intensif selama 3 hari.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menekankan pentingnya semangat kerelawanan kader sebagai ujung tombak pembangunan di desa. Selain urusan pelayanan masyarakat, kader diajak aktif menjaga kebersihan lingkungan, membangkitkan budaya gotong royong, serta menata telajakan rumah warga. Kader Posyandu adalah ujung tombak. ”Mari kita bangkitkan kembali semangat gotong royong. Khusus di Kabupaten Bangli, mari perindah telajakan rumah warga dengan menanam maskot daerah, yaitu bunga Pucuk Bang,” pesan Ny. Putri Koster.

Melalui sinergi kegiatan ”Membina dan Berbagi” ini, diharapkan seluruh kader Posyandu di Kabupaten Bangli makin memahami peran terbarunya serta terus bersemangat mengabdi demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat Bali. (pas)

Shares: