Nasional

Dampak Perang, Banyak Wisman Batalkan Kunjungan ke Kintamani
Diterbitkan: 22 Juni 2026, 21:54

KINTAMANI, FORUMKEADILANBali.com – Situasi global diselimuti perang di Timur Tengah belum berkesudahan dampaknya mulai dirasakan kalangan pengusaha hotel dan restaurant di Kintamani. Sejumlah wisatawan mancanegara yang sebelumnya telah memesan kamar akhirnya memutuskan membatalkan kunjungan ke Kintamani hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Pengusaha tidak bisa berbuat banyak, karena keputusan dari konsumen sepenuhnya ada di tangan mereka. Hal itu disampaikan sejumlah pengusaha hotel dan restaurant di Penelokan dan Kedisan dihubungi, Senin (22/6/2026).

Dengan pembatalan tersebut, para pengusaha kini hanya mengandalkan wisatawan domestik baik dari warga lokal Bali maupun wisatawan dari luar Bali. Kondisinya belum menentu di tengah situasi perekonomian nasional masih belum menentu dan ditandai dengan kenaikan harga bahan bakar minyak. ”Kami telah menerima pembatalan dari beberapa wisatawan mancanegara sebelumnya telah memesan kamar. Kondisi ini sangat kami sesali, tapi tidak bisa berbuat banyak selain situasi global cepat pulih,” kata I Ketut Putranata salah seorang pemilik hotel dan restaurant berlokasi di Penelokan dengan nada pesimis.

Sementara itu, I Made Sucipta salah seorang pemilik hotel dan restaurant di Desa Kedisan menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, perang Timur Tengah hingga kini masih sangat berdampak pada animo wisatawan datang ke Kintamani. Selama ini, wisatawan ke Kintamani banyak didominasi wisatawan asal Eropa mungkin saat ini mengalami kondisi kurang baik. ”Kami hanya bergantung pada wisatawan domestik, dan jumlahnya tidak banyak,” ucap Sucipta.

Selain akibat situasi global, kata dia, menjamurnya penginapan, glamping atau sejenisnya berdampak terhadap kunjungan ke restaurant di Kintamani. Saat ini,  wisatawan baik domestik maupun mancanegara memiliki pilihan beragam jika ingin menikmati keindahan alam Kintamani. Mereka bisa memilih penginapan, maupun glamping menyebar di sejumlah lokasi. ”Semoga perang cepat selesai, dan kondisi ekonomi global kembali membaik. Sehingga pengusaha jasa pariwisata di Kintamani kembali bisa bernafas,” papar Sucipta.

Baca Juga :  Bupati Badung Terima Kunja Bupati Purworejo Jawa Tengah di Puspem Badung

Sekedar mengingatkan, Kintamani selama ini selain dikenal keindahan alam Gunung dan Danau Baturnya, juga dikenal keanekaragaman adat dan budayanya. Potensi ini sempat menempatkan Kintamani sebagai salah satu destinasi wisata populer dan terkenal ke seluruh dunia. Sejalan degan perkembangan, kini Kintamani diserbu dengan maraknya pembangunan sarana wisata mulai dari penginapan kecil, glamping hingga kafe atau restaurant berkelas dunia. (jel)

Shares: