Nasional

Digeser Berkompetisi di Regional Jawa-Bali, Bali Tetap Tangguh dan Jawara Era Gubernur Koster
Diterbitkan: 5 Juni 2026, 11:11

YOGYAKARTA, FORUMKEADILANBali.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian membeberkan alasan unik dibalik pemindahan posisi Provinsi Bali dalam ajang Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi tahun 2026. Bali sengaja “digeser” dari regional NTB-NTT dan dipindahkan berkompetisi dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa.

Langkah ini diambil karena performa pembangunan dan ekonomi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dinilai terlalu tangguh di regional Bali-Nusra.

”Bali sebetulnya dulu ikut regional NTB dan NTT. Tapi setelah kita melihat semua angka-angkanya, pertumbuhan ekonominya cepat, pembangunannya berjalan relatif cepat di sana. Kalau bertanding melawan NTB-NTT, menangnya Bali terus,” ujar Tito Karnavian kepada awak media di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026).

Mantan Kapolri tersebut menjelaskan, menjaga kompetisi yang sehat dan berimbang, Kemendagri akhirnya memutuskan menaikkan “kelas” Bali agar bertanding dengan daerah lain yang sepadan di daratan Jawa.

Strategi pemindahan itu rupanya tetap menempatkan Bali di panggung tertinggi. Dalam ajang bergengsi tersebut, Pemprov Bali sukses menyabet dua penghargaan sekaligus secara nasional, yakni dalam kategori Penurunan Angka Kemiskinan dan Stunting, serta Pengendalian Inflasi Terendah secara nasional.

Dominasi Bali begitu kuat, Mendagri Tito Karnavian menegaskan, dirinya mengawasi ketat kerja tim penilai. Ia memastikan seluruh proses penilaian berjalan objektif berdasarkan data kuantitatif yang riil di lapangan, mulai dari angka pengangguran, kemiskinan, stunting, hingga laju inflasi.

Tito Karnavian menekankan, tidak ingin kredibilitas kementerian yang dipimpinnya tercoreng oleh kesan bahwa penghargaan tersebut bisa diatur demi kepentingan tertentu. “Kita pindahkan Bali bertarung melawan yang imbang di Jawa. Jujur saja tim yang menilai betul-betul saya awasi. Saya katakan kredibilitas Kemendagri harus kita jaga, kalau tidak akan kehilangan marwah jika ini diatur-atur,” tegasnya.

Baca Juga :  Padamkan Kebakaran TPA Suwung, BPBD Lakukan Water Bombing

Ia menambahkan, salah satu indikator valid dipantau ketat setiap minggu adalah pengendalian inflasi nasional saat ini terjaga di angka 3,08 persen.

Tito Karnavian menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua kepala daerah berprestasi. Ia berharap apresiasi ini tidak membuat daerah cepat puas, melainkan menjadi pemantik untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan publik.

Sementara daerah yang belum berhasil membawa pulang penghargaan tahun ini, Tito Karnavian meminta agar momentum ini dijadikan bahan evaluasi dan motivasi untuk bekerja lebih keras pada periode berikutnya. (fkb/pas)

Shares: