Nasional

Gubernur Koster Bangga Tingginya Anak Muda dan Usia Dini Tampil Memukau di PKB XLVIII
Diterbitkan: 14 Juni 2026, 19:19

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster mengapresiasi tingginya keterlibatan anak muda dan usia dini pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026. Gubernur Koster menilai keterlibatan kawula muda bukti regenerasi pelaku seni dan budaya Bali terus tumbuh berkelanjutan.

Gubernur Koster sangat membahagiakan dan membanggakan bagi semua masyarakat Bali. “Pesta Kesenian Bali tidak saja secara aktif diikuti anak-anak muda, tetapi juga anak-anak usia dini berpartisipasi dengan berbagai karya menarik dan unik, serta mampu tampil dengan memukau. Kehadiran anak-anak muda beserta anak-anak usia dini menunjukkan bahwa, regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali telah terjadi secara langsung dan berkelanjutan, mampu bertahan, bahkan berkembang semakin maju dalam menghadapi dinamika lokal, nasional, dan global,” jelas Gubernur Bali dua periode disela-sela membuka PKB XLVIII di Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Koster, fakta ini menunjukkan bahwa seni budaya di Bali tidak akan pernah mati, namun akan selalu hidup dengan penuh gairah dalam kehidupan masyarakat Bali yang harmonis. Ini sebagai implementasi visi pembangunan Bali ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, serta sesuai amanat dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru, 2025-2125. ”Bagi masyarakat Bali, kebudayaan berperan dalam berbagai aspek kehidupan; sebagai sumber nilai-nilai kehidupan, sebagai sumber karya seni yang kreatif dan inovatif, sebagai sumber pengembangan industri berbasis budaya branding Bali, sebagai sumber pengembangan ekonomi kreatif, dan sebagai basis kekuatan pengembangan pariwisata Bali, sehingga mampu memberi kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali secara sakala niskala,” jelasnya.

Gubernur Koster mengungkapkan, kebudayaan Bali sangat kaya, unik, dan unggul, meliputi adat istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal merupakan warisan adiluhung harus terus kita pelihara bersama agar semakin kuat dan maju. ”Jangan pernah bosan menjaga kebudayaan Bali,” ucap Gubernur Koster disambut aplaus ribuan masyarakat Bali.

Baca Juga :  JMSI Apresiasi Kerja Keras Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Rangkul Melenial dan Gen Z

Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan penghormatan kepada Gubernur Bali, periode tahun 1978-1988, Bapak Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, karena atas gagasannya mewujudkan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Penghormatan tersebut disampaikannya langsung saat membuka Pesta Kesenian Bali ke-48 tahun 2026.

Gubernur Koster mengatakan, dalam sejarahnya Pesta Kesenian Bali ke-1 terselenggara pada tanggal 20 Juni 1979, pada masa Pemerintahan Provinsi Bali dipimpin Gubernur Bali, Bapak Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. Astungkara, Pesta Kesenian Bali merupakan wahana terbesar dalam penyelenggaraan kebudayaan Bali, secara konsisten dapat dilaksanakan setiap tahun tanpa henti oleh Gubernur pada periodenya masing-masing. ”Kita bersyukur Gubernur, Walikota/Bupati se-Bali bersama para seniman dan budayawan serta seluruh komponen masyarakat Bali dengan semangat kuat, konsisten mendukung serta menyelenggarakan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 ini sudah berjalan selama 48 tahun,” ucap Koster sembari mengemakan salam Pancasila diiringi kata Merdeka, Merdeka, Merdeka.

Secara fundamental dan komprehensif, penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali disebutnya semakin kokoh, berkualitas, dan menarik dengan diberlakukannya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Perkembangan ini dapat dilihat langsung dari karya seni yang ditampilkan semakin beragam dan berkualitas, semakin banyak seniman dan lembaga seni yang berpartisipasi, semakin bergairah penonton yang hadir menyaksikan Pesta Kesenian Bali selama sebulan, serta penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali juga semakin tertata, terarah, berkualitas, serta menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun.

Pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026, dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Walikota/Bupati Se-Bali, Pimpinan Instansi Vertikal se-Bali, Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Bali, hingga para Seniman dan Budayawan. (fkb/pas)

Baca Juga :  Tokoh Seririt: Orang Pintar Pilih Pemimpin Cerdas Koster-Giri Nomor 2
Shares: