Nasional

Gubernur Koster: Pramuka Benteng Karakter Generasi Muda Bali dari Bahaya Judi Online dan Budaya Asing
Diterbitkan: 13 Desember 2025, 09:14

TABANAN, FORUMKEADILANBali.com -Perhelatan akbar Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Bali 2025 dibuka di Bumi Perkemahan I Gusti Ngurah Rai Margarana, Tabanan, Jumat (12/12/2025).

Kegiatan rekreasi edukatif diikuti 336 Pramuka Penggalang se-Bali ini akan berlangsung hingga 15 Desember 2025. Mengusung tema ”Cakap, Unggul, Riang, dan Kreatif” (CURIK), Jamda Bali 2025 bertujuan utama membentuk watak Pramuka Penggalang berkarakter dan terampil, serta menjadi sarana penting untuk mempersiapkan diri menuju Jambore Nasional (Jamnas) 2026 di Cibubur, Jakarta.

Dalam sambutan Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., dibacakan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Ir. Gede Pramana, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi sekaligus menyoroti peran krusial Gerakan Pramuka di tengah tantangan zaman. ”Saat ini kita tengah dihadapkan dengan berbagai tantangan zaman penuh ketidakpastian dan maraknya judi online menerpa generasi muda, aksi bullying, kasus narkoba, monografi, hingga budaya asing yang melunturkan semangat gotong royong dan nasionalisme,” ujar Pramana mewakili Gubernur Koster.

Gubernur Koster menekankan Gerakan Pramuka adalah organisasi yang tepat menganalisis situasi ini, karena membekali anggotanya dengan life skill, soft skill, kecerdasan spiritual, emosional, dan fisik sebagai generasi pembawa perubahan.

Sementara Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si., berpesan agar peserta menjaga persatuan, keutuhan, dan tetap ceria, serta mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem.

Ketua Panitia, I Ketut Gede Sudirta, S.Pd., menambahkan Jambore ini melibatkan total 336 Pramuka Penggalang, serta Pinkoncab, Pendamping, dan Panitia/Sangga Kerja, dengan jumlah keseluruhan 488 orang.

Acara dibuka secara simbolis dengan pemukulan kentongan dan dimeriahkan pertunjukan kontingen serta karnaval kostum daur ulang.

Baca Juga :  <strong>Sekda Alit Wiradana Ikuti Rangakaian Peringatan HKN Secara Virtual</strong>

Jamda Bali 2025 menyelenggarakan berbagai kegiatan wajib yang terbagi ke dalam enam zona utama. Setiap zona dirancang untuk memastikan pendidikan karakter serta penguatan soft skill dan life skill bagi seluruh peserta.

Zona ccouting Skill berfokus pada kemampuan dasar kepramukaan, seperti penggunaan peta dan kompas, pembuatan sketsa panorama, hingga keterampilan menaksir. Sementara itu, zona wahana memberikan pengalaman di bidang dirgantara, bahari, bhayangkara, dan kesehatan melalui program Bakti Husada. Zona life skill, peserta dilatih untuk mengembangkan keterampilan praktis seperti membuat kerajinan, memasak, menjahit, dan menganyam. Penguatan wawasan global diberikan melalui zona Global Development Village (GDV) mencakup materi ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan pelestarian lingkungan hidup.

Zona wisata mengajak peserta mengenali berbagai aspek sejarah, pendidikan, dan budaya melalui kegiatan wisata edukatif. Adapun zona teknologi dan multimedia dirancang untuk menjawab tantangan era digital dengan materi public speaking, jurnalistik, e-sport, dan coding.

Selain kegiatan untuk peserta, pembina pendamping juga mengikuti pelatihan khusus melalui giat orang dewasa disusun sejalan dengan tema kegiatan, guna meningkatkan kualitas para pembina di Bali. (fkb/pas)

Shares: