KARANGASEM, FORUMKEADILANBali.com – Demi menjaga keamanan dan kenyamanan pamedek (umat yang bersembahyang, red) saat tangkil melaksanakan persembahyangan serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK), Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih menyiapkan ratusan tukang ojek untuk mengantarkan pamedek dengan tarif Rp10.000 sekali jalan.
Mereka tersebar di parkir Kedungdung, parkir Manik Mas, Pura Dalem Puri, serta beberapa titik lainnya di sekitar kawasan Pura Agung Besakih. Para pengemudi dilengkapi rompi dan nomor identitas resmi dikeluarkan Badan Pengelola. Biasanya, mereka mengantarkan pamedek hingga Padma Bhuwana, selanjutnya pamedek berjalan kaki menuju Penataran Agung Pura Besakih.
Para tukang ojek lokal ini ditata Badan Pengelola dengan sistem antre agar dapat memperoleh penumpang, sehingga sepeda motor mereka berjejer rapi tanpa ada rebutan penumpang. Dengan demikian, pamedek yang menggunakan jasa mereka merasa lebih nyaman.
Salah satu pengemudi ojek, Komang Edo, pada Selasa (14/4/2026) pagi, menyampaikan hari kerja (Senin–Jumat), jumlah pamedek yang tangkil tidak sebanyak Sabtu dan Minggu. ”Saya mulai ngojek dari jam 08.00 Wita Kalau hari biasa tidak begitu ramai karena hari kerja. Biasanya ramai Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.
Edo yang merupakan warga setempat mengaku saat kondisi ramai, ia dapat memperoleh penghasilan hingga Rp500 ribu per hari. Hal itu disyukuri mengingat banyaknya ojek yang beroperasi selama pelaksanaan IBTK. ”Ya, disyukuri. Kalau ramai bisa sampai Rp500 ribu, karena ojeknya juga banyak saat karya,” imbuhnya.
Selain memanfaatkan jasa ojek berbayar, pamedek juga dapat menggunakan layanan shuttle listrik gratis dari parkir Manik Mas menuju Padma Bhuwana. Begitu pula sebaliknya. Shuttle listrik ini khusus diperuntukkan bagi pamedek kategori anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), difabel, dan sulinggih. Pamedek diharapkan dapat memahami bahwa layanan tersebut diprioritaskan bagi kelompok tertentu.
Fasilitas ini dihadirkan untuk meningkatkan kenyamanan serta aksesibilitas selama rangkaian persembahyangan berlangsung.
Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) akan berlangsung hingga 23 April 2026. Pamedek yang akan tangkil diimbau menyesuaikan waktu kedatangan agar tidak terjadi penumpukan yang signifikan. (fkb/pas)

