BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Bangli terus memacu transformasi digital bagi pelaku usaha lokal. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Literasi Digital tahap II bertajuk “Cakap Digital untuk UMKM” digelar di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB), Kantor Bupati Bangli, Selasa (14/4/2026).
Sebanyak 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kabupaten Bangli hadir memperdalam strategi bertahan dan berkembang di tengah pesatnya persaingan pasar global.
Kepala Bagian Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfosan Kabupaten Bangli, A.A. Krisna Budiawan saat membuka acara menegaskan, penguasaan teknologi kunci utama akses pasar di masa kini. “Saat ini kita tidak lagi bicara soal โbesokโ. Bagi UMKM di Bangli, literasi digital adalah strategi bertahan hidup sekaligus kunci akses pasar global. Tanpa pemahaman digital, kita akan tertinggal persaingan yang kian ketat,” ujar Krisna Budiawan.
Ia menambahkan, selain mengejar keuntungan materi, pelaku usaha harus memahami regulasi yang ada. Pemerintah telah menyiapkan payung hukum yang kuat memberikan rasa aman, mulai dari UU ITE, UU Perlindungan Data Pribadi, hingga aturan terbaru Permen Komdigi No. 9 Tahun 2026. “Di tengah pesatnya perkembangan era digital, masyarakat khususnya pelaku UMKM dituntut memiliki kecakapan dalam menggunakan ruang digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” imbuhnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya perwakilan Diskominfo Provinsi Bali dan I Made Indra Wijaya dari Mapindo. Diskusi berlangsung interaktif dipandu moderator senior sekaligus praktisi komunikasi, Ida Bagus Agung Ketut Ludra.
Para peserta diberikan pelatihan intensif berfokus pada tiga pilar utama, yakni Optimalisasi Platform Digital yaitu Strategi efektif memasarkan produk secara daring agar mampu menjangkau konsumen lebih luas. Keamanan digital dengan edukasi mengenai perlindungan data usaha dan transaksi dari ancaman kejahatan siber. Etika ruang digital dengan membangun branding sehat, positif, dan bertanggung jawab di media sosial.
Melalui program literasi digital ini, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap pelaku UMKM tidak hanya sekadar “masuk” ke ekosistem digital, tetapi mampu mengelola strategi pemasaran secara mandiri dan profesional.
Diharapkan dengan meningkatnya kompetensi digital ini, UMKM di Bangli dapat “naik kelas” dan memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan ekonomi lokal di era ekonomi kreatif. (pas)

